Sukses

Pengertian Scantoma

Scantoma adalah salah satu sediaan tablet yang mengandung Bismut Subsalicylate dan diproduksi oleh Tempo Scan Pacific. Scantoma diindikasikan untuk pasien yang mengalami diare.

Keterangan Scantoma

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Antidiare.
  • Kandungan: Bismut Subsalicylate 375 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Tempo Scan Pacfic.
  • Harga: Rp10.000 - Rp22.000/ Strip

Kegunaan Scantoma

Scantoma diindikasikan untuk pasien yang mengalami diare.

Dosis & Cara Penggunaan Scantoma

Cara Penggunaan Scantoma adalah sebagai berikut:

  1. Pengobatan
    • Dewasa: 2 tablet.
    • Anak usia 6-12 tahun: 1 tablet.
    • Anak 3-6 tahun : ½ tablet.
    • Dosis dapat diulang tiap 30 menit sampai dengan maksimal 8 dosis/24 jam.
  2. Pencegahan selama perjalanan
    • Dewasa: 2 tablet diberikan 4 kali sehari, selama 3 minggu. Diberikan sebelum atau sesudah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Scantoma

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Scantoma, yaitu:

  • Mual, muntah
  • Diare, sembelit
  • Sakit perut
  • Tinja berwarna hitam

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang hipersensitif terhadap kandungan dalam produk.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Scantoma :

  • Kombinasi bismuth subsalicylate dengan probenecid dapat mengurangi efektifitas probenecid.
  • Bismuth subsalicylate dapat meningkatkan kadar methotrexate dalam darah.
  • Kombinasi bismuth subsalicylate dengan obat golongan salisilat lain, misalnya aspirin, dapat menyebabkan overdosis.
  • Penggunaan bismuth subsalicylate dalam waktu lama dan dosis tinggi, dapat menyebabkan munculnya gula pada tes urine.
  • Bismuth subsalicylate meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan obat pengencer darah, seperti clopidogrel atau warfarin.


Kategori Kehamilan

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Bismut Subsalicylate ke dalam Kategori C:
    Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Bismut Subsalicylate ke dalam Kategori D (trimester ketiga kehamilan):
    Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Obat masuk ke dalam ASI, gunakan dengan hati-hati dan tetap konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait