Sukses

Pengertian Santotaxel

Santotaxel adalah sediaan obat dalam bentuk cairan injeksi yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Santotaxel digunakan untuk mengobati penyakit kanker, seperti karsinoma, kanker ovarium, dan kanker payudara. Salian itu, Santotaxel digunakan sebagai terapi pertama dan terapi lanjutan untuk karsinoma ovarium tahap lanjut, sebagai terapi lini pertama dengan kombnasi sisplatin, terapi kanker payudara sesudah kegagalan kemoterapi kombinasi untuk penyakit metastasis atau relaps dalam waktu 6 bulan sesudah diberikan terapi tambahan.

Santotaxel mengandung zat aktif Paclitaxel yang bekerja dengan cara membantu pembentukan mikrotubulus dengan meningkatkan aksi dimer tubulin, menstabilkan dan mencegah perombakan mikrotubulus, sehingga mengganggu pembelahan sel normal pada fase mitosis G2 akhir dari siklus sel dan menghasilkan penghambatan replikasi sel.

Keterangan Santotaxel

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik
  • Kandungan: Paclitaxel 6mg / mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 5 ml; Box, 1 Vial @ 16.7 ml
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga Santotaxel 5 ml: Rp900.000 - Rp1.300.000/ Box
  • Harga Santotaxel 16.7 ml: Rp2.000.000 - Rp3.000.000/ Box

Kegunaan Santotaxel

Santotaxel digunakan untuk mengobati penyakit kanker.

Dosis & Cara Penggunaan Santotaxel

Santotaxel merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Dosis: 175 mg / m2 melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) selama 3 jam setiap 3 minggu.
  • Pasien diberi premedikasi dengan rejimen berikut:
    • Deksametason 20 mg peroral kurang lebih 12 dan 6 jam sebelum inisiasi, atau difenhidramin 50 mg diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) 30-60 mg sebelum inisiasi, atau simetidin 300 mg atau ranitidin 50 mg diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) 30-60 menit sebelum pemberian.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius, terhindar dari cahaya.

Efek Samping Santotaxel

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Santotaxel, antara lain:

  • Penekanan sumsum tulang
  • Reaksi alergi atau reaksi hipersensitivitas
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Gangguan detak jantung
  • Gangguan saraf perifer
  • Gangguan saluran cerna
  • Peningkatan signifikan (5 x nilai normal) pada AST, alkaline phosphatase & bilirubin

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap paclitaxel atau obat lain yang diformulasikan dalam minyak jarak polioksil 35
  • Pasien dengan jumlah neutrofil awal <1.500 sel/mm3 atau AIDS yang berhubungan dengan sarkoma Kaposi dengan jumlah neutrofil awal <1.000 sel/mm3.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Paclitaxel secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Inhibitor CYP2C8 dan CYP3A4 (misalnya ketoconazole, erythromycin, fluoxetine, clopidogrel, cimetidine, ritonavir)
  • Penginduksi CYP2C8 dan CYP3A4 (misalnya rifampisin, karbamazepin, fenitoin, efavirenz).

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Santotaxel ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui jika diekskresikan dalam ASI. Disarankan untuk tidak menyusui selama menjalani terapi pengobatan dengan Paclitaxel.

Artikel
    Penyakit Terkait