Sukses

Pengertian Sanroxa

Sanroxa merupakan sediaan obat dalam bentuk infus yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Sanroxa mengandung zat aktif Oxaliplatin yang digunakan sebagai obat kemoterapi untuk mengobati kanker. Oxaliplatin adalah obat antineoplastik yang mengandung platinum yang membentuk beberapa kompleks reaktif sementara termasuk monoaquo dan diaquo diaminocyclohexane platinum. Kompleks ini secara kovalen berikatan dengan sekuens basa DNA untuk membentuk ikatan silang inter dan intra-untai sehingga menghambat replikasi, transkripsi, dan pembelahan sel yang menyebabkan kematian sel. Sanroxa dikombinasi dengan 5-FU dan asam folinat sebagai terapi tambahan kanker kolon stadium III dan terapi kanker kolorektal metastatik.

Keterangan Sanroxa

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Kemoterapi Sitotoksik
  • Kandungan : Oxaliplatin 5 mg/ml.
  • Bentuk : Infus
  • Satuan Penjualan : Vial
  • Kemasan : Dus, 1 Vial @ 10 ml
  • Farmasi : Sanbe Farma

Kegunaan Sanroxa

Sanroxa digunakan untuk pengobatan kemoterapi pada pasien kanker.

Dosis & Cara Penggunaan Sanroxa

Sanroxa merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter. Penggunaan Obat ini harus dilakukan oleh Tenga Medis Profesional.

Intravena
Terapi tambahan:
Dosis: 85 mg/m2 diulangi tiap 2 minggu untuk 12 siklus selama 6 bulan.

Kanker kolorektal metastatik :
Dosis: 85 mg/m2 tiap 2 minggu. Berikan selama 2-6 jam sebagai infusintravena yang dilarutkan dalam 250-500 mL glukosa 5%.

Efek Samping Sanroxa

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sanroxa, antara lain diare, mual, muntah, mukositis, neutropenia, trombositopenia, dan gangguan eurologis (akut dan neuropati perifer sensorik yang kumulatif dosis).

Kontraindikasi :
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui mielosupresi (penekanan produksi darah) sebelum siklus pertama terapi, neuropati sensitif perifer sensorik dengan gangguan fungsional sebelum terapi siklus pertama, insufisiensi ginjal berat, dan ibu menyusui.

Interaksi Obat :
Dapat Berinteraksi dengan obat 5-FU, eritromisin, salisilat, granisetron, paklitaksel, dan Na valproat.

Kategori Kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sanroxa ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait