Sukses

Pengertian Sanexon

Sanexon adalah obat yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Obat ini mengandung Methylprednisolone yang diindikasikan untuk mengobati asma bronkial, rinitis alergi, urtikaria (biduran), eksim atau dermatitis, demam rematik akut, anemia hemolitik yang didapat, purpura trombositopenik idiopatik (tubuh tidak memiliki cukup trombosit) pada orang dewasa, limfogranulomatosis (kanker limfoid), kolitis ulserativa (peradangan pada usus besar dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus), sindrom nefrotik (kerusakan pada ginjal), penyakit kulit, lupus erythematosus. Sanexon juga dapat digunakan untuk menekan respon imun setelah transplantasi; membantu dalam pengobatan dengan agen sitostatik (merawat kanker) atau radioterapi; terapi peralihan pada insufisiensi adrenokortikal primer dan setelah adrenalektomi.

Keterangan Sanexon

  1. Sanexon Tablet 
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 8 mg; Methylprednisolone 16 m.
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Sanbe Farma
    • Harga Sanexon 4 mg: Rp22.000 - Rp40.000/ Strip
    • Harga Sanexon 8 mg: Rp40.000 - Rp56.000/ Strip
    • Harga Sanexon 16 mg: Rp35.000 - Rp60.000/ Strip
  2. Sanexon Serbuk Injeksi 125 mg
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Methylprednisolone 125 mg; Methylprednisolone 500 mg.
    • Bentuk: Serbuk Injeksi
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 125 mg + 1 Ampul Pelarut @ 2 ml
    • Farmasi: Sanbe Farma
    • Harga: Rp85.000 - Rp125.000/ Box

Kegunaan Sanexon

Sanexon digunakan untuk mengobati asma bronkial, rinitis alergi, biduran, eksim atau dermatitis, demam rematik akut, anemia hemolitik yang didapat, purpura trombositopenik idiopatik (tubuh tidak memiliki cukup trombosit) pada orang dewasa, limfogranulomatosis (kanker limfoid), kolitis ulserativa (peradangan pada usus besar dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus), sindrom nefrotik (kerusakan pada ginjal), penyakit kulit, lupus erythematosus.

Dosis & Cara Penggunaan Sanexon

Sanexon termasuk dalam Golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Sanexon Tablet
    • Dewasa
      • Dosis awal: diberikan dosis 4-80 mg sehari.
      • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 4-8 mg setiap hari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 16 mg setiap hari jika perlu.
    • Anak-anak
      • Dosis awal: diberikan dosis 0,8-1,1 mg/kg berat badan.
      • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 2-4 mg setiap hari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 8 mg setiap hari jika perlu. 
    • Terapi tambahan pada penyakit Addison
      • Dosis: 4-8 mg setiap hari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 16 mg dalam situasi stres.
  2. Sanexon Injeksi
    • Dewasa: dosis 10-40 mg diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau melalui intravena (pembuluh darah), ulangi pemberian sesuai kebutuhan.
    • Anak-anak: dosis 139-835 mcg (0,139-0,835 mg)/kg berat badan diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) setiap 12-24 jam.
    • Insufisiensi adrenokortikal: dosis 117 mcg (0,117 mg)/kg berat badan diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) dalam 3 dosis terbagi setiap 3 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Sanexon

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sanexon, antara lain:

  • Sindrom Cushing
  • Kelemahan otot
  • Hipertensi
  • Osteoporosis (pengroposan tulang)
  • Toleransi glukosa berkurang
  • Ketidakteraturan menstruasi dan amenorea
  • Peningkatan kerentanan terhadap dan keparahan infeksi,
  • Sakit kepala, vertigo
  • Gangguan elektrolit dan retensi cairan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Sanexon Tablet pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Tukak lambung
  • Osteoporosis
  • Gangguan psikiatri
  • Amebiasis
  • Infeksi jamur sistemik
  • Poliomielitis
  • Glaukoma sudut terbuka atau sempit
  • Penyakit virus

Hindari penggunaan Sanexon Injeksi pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Infeksi jamur sistemik
  • Penggunaan jangka panjang pada pasien dengan tukak duodenum & peptikum
  • Osteoporosis berat
  • Herpes
  • Memiliki riwayat psikosis
  • Imunisasi terakhir
  • Bayi prematur

Interaksi Obat
Sanexon Tablet dapat berinteraksi jika diberikan secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Glikosida jantung
  • Diuretik
  • Agen antidiabetes
  • Rifampisin
  • Fenitoin atau barbiturat
  • Asam asetilsalisilat
  • Siklosporin
  • Ketokonazol
  • Troleandomisin

Sanexon Injeksi dapat berinteraksi jika diberikan secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Golongan obat penginduksi enzim mikrosomal hati
  • Obat anti inflamasi non steroid (NSAID)
  • Obat hemat Kalium
  • Antikolinesterase
  • Vaksin dan toksoid

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Methylprednisolone ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Obat terserap kedalam ASI. Gunakan dengan hati-hati dan tetap dalam pengawasan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait