Sukses

Pengertian Sandobicin

Sandobicin adalah obat injeksi yang di produksi oleh Sanbe Farma. Obat ini mengandung Doxorubicin HCl yang diindikasikan untuk tumor, haemoblastosis, dan limfoma misalnya, leukemia myeloid akut atau limfatik, limfoma Hodgkin,dan non-Hodgkin; karsinoma mamma, kandung kemih, saluran bronkial, serviks, ovarium, lambung, tiroid, testis; neuroblastoma, sarkoma jaringan lunak, osteosarkoma, (sarkoma Ewing), tumor Wilms, tumor kepala & leher, mieloma multipel. Pemberian intravesika jika karsinoma kandung kemih non-invasif superfisial setelah reseksi transurethral (TUR) & untuk pencegahan residif.

Keterangan Sandobicin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
  • Kandungan: Doxorubicin HCl 2 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 5 ml; Box, 1 Vial @ 25ml
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga Sandobicin 5 ml: Rp145.000 - Rp200.000/ Box
  • Harga Sandobicin 25 ml: Rp650.000 - Rp750.000/ Box

Kegunaan Sandobicin

Sandobicin diindikasikan untuk pengobatan tumor, haemoblastosis, dan limfoma.

Dosis & Cara Penggunaan Sandobicin

Sandobicin merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Dewasa
    • Monoterapi: dosis 60-75 mg / m2 (1.2-2.4 mg / kg berat badan) diberikan melalui injeksi intravena (pembuuh darah) dalam interval 21 hari atau 20-25 mg / m2 (0.4-0.8 mg / kg berat badan) melalui injeksi intravena (pembuuh darah) selama 3 hari berturut-turut atau 20 mg / m2 setiap minggu.
  2.  Lansia > 70 tahun
    • Dosis kumulatif tidak boleh lebih dari 450 mg / m2.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius, terlindungi dari cahaya dan jangan dibekukan.

Efek Samping Sandobicin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sandobicin, antara lain:

  • Kebanyakan myelosupresi
  • Anemia
  • Perubahan EKG
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Stomatitis (inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut)
  • Esofagitis (peradangan pada lapisan kerongkongan)
  • Nefropati
  • Reaksi alergi
  • Peningkatan kadar asam urat (pada pasien dengan leukositosis)
  • Trombopenia (jumlah trombosit darah kurang dari normal)
  • Leukopenia (jumlah leukosit darah kurang dari normal)
  • Kardiomiopati (kelainan pada otot jantung dan seringkali berakhir dengan gagal jantung)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif
  • Penekan sumsum tulang yang parah
  • Supresi sumsum tulang berat
  • Anamnesis kardiopatologi
  • Gangguan hati dan ginjal berat
  • Infeksi tak terkontrol
  • Peningkatan kecenderungan perdarahan
  • Pemberian intravesika: sistitis, tumor invasif yang menembus dinding vesika. Myelosupresi yang nyata, ulserasi bukal atau sensasi terbakar. Kehamilan dan ibu menyusui.

Interaksi Obat
Sandobicin akan berinteraksi jika diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Agen myelosupresif
  • Kardiotoksik atau hepatotoksik
  • Siklosporin
  • Fenobarbital
  • Digoksin
  • Vaksinasi aktif
  • Heparin dan larutan alkali

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sandobicin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Data tidak tersedia mengenai efek pada anak yang disusui atau produksi ASI. Karena potensi efek samping yang serius pada anak-anak yang disusui, disarankan untuk tidak menyusui bayinya selama perawatan dan selama 10 hari setelah dosis terakhir diberikan.

Artikel
    Penyakit Terkait