Sukses

Pengertian Samsca

Samsca merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Otsuka Indonesia. Samsca adalah obat yang digunakan untuk mengobati pasien dewasa dengan kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal (hiponatremia), seperti hiponatremia sekunder akibat sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak sesuai (SIADH), Hiponatremia hipervolemik yang bermakna secara klinis yang telah menolak koreksi dengan pembatasan cairan (serum Na)

Keterangan Samsca

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diuretik
  • Kandungan: Tolvaptan 15 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Otsuka Indonesia
  • Harga: Rp170.000 - Rp340.000/ Strip

Kegunaan Samsca

Samsca adalah obat yang digunakan untuk mengobati pasien dewasa dengan kadar natrium dalam darah lebih rendah.

Dosis & Cara Penggunaan Samsca

Samsca merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Pasien dewasa harus berada di rumah sakit untuk memulai dan memulai kembali terapi untuk mengevaluasi respons terapeutik :
    • Dosis awal: 15 mg diminum sekali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 30 mg diminum sekali sehari setelah setidaknya 24 jam.
      Maksimal : 60 mg sekali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Samsca

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Samsca, antara lain:

  • Haus
  • Mulut kering
  • Jumlah urin yang dihasilkan terlalu banyak (poliuria)
  • Lemas
  • Sembelit
  • Hiperglikemia

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Kebutuhan mendesak untuk meningkatkan serum Na secara akut
  • Ketidakmampuan untuk merasakan atau merespons rasa haus dengan tepat
  • Hiponatremia hipovolemik
  • Hindari penggunaan secara bersamaan dengan inhibitor CYP3A yang kuat (misal. klaritromisin, ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, indinavir, nelfinavir, saquinavir, nefazodone dan telithromycin)
  • Pasien anurik

Interaksi Obat 

  • Dapat berinteraksi dengan Inhibitor CYP3A yang kuat (misal. Ketoconazole, clarithromycin, itraconazole, telithromycin, saquinavir, nelfinavir, ritonavir dan nefazodone).
  • Inhibitor CYP3A sedang (misal Eritromisin, flukonazol, aprepitant, diltiazem dan verapamil).
  • Induser CYP3A (misalnya, rifampisin, rifabutin, rifapentin, barbiturat, fenitoin, karbamazepin, St. John's wort)
  • Inhibitor P-gp (misal, Siklosporin), Jus anggur, dan digoxin.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Samsca ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Samsca diekskresikan ke dalam ASI. Tolvaptan diekskresikan ke dalam susu tikus menyusui. Karena banyak obat diekskresikan ke dalam ASI dan karena potensi reaksi merugikan yang serius pada bayi menyusui dari Samsca, keputusan harus dibuat untuk menghentikan menyusui atau obat, dengan mempertimbangkan pentingnya Samsca bagi ibu.

Artikel
    Penyakit Terkait