Sukses

Pengertian Salofalk

Salofalk adalah obat yang di produksi oleh Darya Varia Laboratoria. Salofalk mengandung Mesalazine yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit radang usus, nyeri tukak usus besar, untuk pengobatan fase akut ringan sampai sedang dan untuk mencegah kekambuhan. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut enterik, granul, enema, dan suppositoria.

Keterangan Salofalk

  1. Salofalk Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Mesalazine 250 mg; Mesalazine 500 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Enterik
    • Satuan Penjualan: Blister
    • Kemasan: Blister @ 10 Tablet Salut Enterik
    • Farmasi: Darya-Varia Laboratoria.
    • Harga Salofalk 250 mg: Rp73.000 - Rp115.000/ Strip
    • Harga Salofalk 500 mg: Rp130.000 - Rp215.000/ Strip
  2. Salofalk Granul
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Mesalazine 1500 mg
    • Bentuk: Granul
    • Satuan Penjualan: Sachet
    • Kemasan: Box, 35 Sachet
    • Farmasi: Darya-Varia Laboratoria.
    • Harga: Rp60.000 - Rp100.000/ Sachet
  3. Salofalk Enema
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Mesalazine 4 gram/ 60 gram
    • Bentuk: Enema
    • Satuan Penjualan: Blister
    • Kemasan: Box, 7 Blister @ 1 Botol Plastik @ 60 gram
    • Farmasi: Darya-Varia Laboratoria
    • Harga: -
  4. Salofalk Suppositoria
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Regulator Gastrointestinal, Antiflatulen, dan Anti Inflamasi
    • Kandungan: Mesalazine 500 mg
    • Bentuk: Suppositoria
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 6 Strip @ 5 Suppositoria
    • Farmasi: Darya-Varia Laboratoria
    • Harga: Rp33.000 - Rp50.000/ Suppositoria

Kegunaan Salofalk

Salofalk digunakan untuk penyakit radang usus, nyeri tukak usus besar dan mencegah kekambuhan.

Dosis & Cara Penggunaan Salofalk

Salofalk termasuk dalam Golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

  1. Salofalk Tablet
    Dewasa
    • Kolitis ulserativa: dosis 150-300 mg diberikan dalam dosis terbagi 3 kali sehari.
    • Penyakit Crohn: dosis 150-450 mg diberikan dalam dosis terbagi 3 kali sehari.
    • Dosis pemeliharaan: dosis 500 mg diberikan 3 kali sehari.
    • Gunakan hanya pada pasien dengan fungsi ginjal normal. Salofalk harus diminum 1 jam sebelum makan dengan banyak cairan.
  2. Salofalk Granul
    Dewasa dan Orang Tua
    • Untuk pengobatan episode akut kolitis ulserativa: 1-2 sachet diberikan sekali sehari. Sebaiknya diminum di pagi hari sesuai dengan kebutuhan klinis individu.
    • Untuk pemeliharaan remisi kolitis ulserativa: Pengobatan standar: dosis 0,5 g diberikan 3 kali sehari (di pagi hari, di tengah hari dan di malam hari) sesuai dengan dosis total 1,5 g mesalazine per hari.
    • Untuk pasien yang diketahui memiliki peningkatan risiko kekambuhan karena alasan medis atau karena kesulitan untuk menerapkan pemberian tiga dosis harian, jadwal pemberian dosis dapat disesuaikan dengan 3,0 g mesalazine yang diberikan sebagai dosis harian tunggal pada pagi hari.
  3. Salofalk Enema
    • Dosis: 1 enema diberikan 1 kali sehari sebelum tidur atau sesuai anjuran dokter.
  4. Salofalk Suppositoria
    • Dosis: 1-2 supositoria diberikan 2-3 kali sehari, dimasukkan kedalam anus.

Cara Penyimpanan
Simpan di tempat yang sejuk dan kering.

Efek Samping Salofalk

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Eksantema alergi
  • Demam
  • Bronkospasme (penyempitan saluran pernafasan)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Salofalk pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap mesalazine atau salisilat.
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal yang parah.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Salofalk secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Laktulosa atau sediaan serupa yang menurunkan pH tinja.
  • Kemungkinan peningkatan efek myelosupresif bila diberikan secara bersamaan dengan azathioprine, 6-mercaptopurine atau thioguanine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Salofalk ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait