Sukses

Pengertian Salbulin

Salbulin adalah obat yang mengandung salbutamol sulfat dan dikemas dalam bentuk sediaan inhaler. Salbulin diindikasikan pada pasien yang memiliki penyakit bronkospasma akut (penyempitan pembuluh pernafasan) seperti sesak nafas, mengi (nafas berbunyi), dada sesak dan merasa ditekan, emfisema (kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek). 

Keterangan Salbulin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti Asma.
  • Kandungan: Salbutamol Sulfate 100 mcg.
  • Bentuk: Inhaler.
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 canister @200 dosis.
  • Farmasi: Imedco Farma
  • Harga: Rp70.000 - Rp135.000/ Box

Kegunaan Salbulin

Salbulin diindikasikan pada pasien yang memiliki penyakit bronkospasma akut (penyempitan pembuluh pernafasan) seperti sesak nafas, mengi, dada sesak dan merasa ditekan, serta emfisema.

Dosis & Cara Penggunaan Salbulin

Salbulin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Anjuran penggunaan Salbulin.

  1. Bonkospasma akut
    • Dewasa: 1-2 inhalasi diberikan setiap 4-6 jam. Maksimal: 800 mcg setiap hari.
    • Anak usia 4-11 tahun: 1 inhalasi dapat dinaikkan menjadi 2 inhalasi jika dibutuhkan. Maksimal dosis 400 mcg perhari
  2. Mencegah bronkospasme akibat olahraga
    • Dewasa: 2 inhalasi diberikan 15-30 menit sebelum berolahraga.
    • Anak usia 4-11 tahun: 1-2 inhalasi diberikan 15-30 menit sebelum berolahraga.
    • Anak usia > 12 tahun: Sama seperti dosis dewasa.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Salbulin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Salbulin, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi
  • Tremor atau gemetar
  • Hipotensi/tekanan darah rendah
  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Hipokalemia (keadaan dimana kadar kalium yang terdapat di dalam darah berada pada jumlah yang lebih rendah).
  • Sakit kepala
  • Insomnia/kesulitan tidur
  • Konjungtivitis (peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata
  • Infeksi saluran kemih
  • Mual dan muntah
  • Peningkatan jumlah keringat
  • Takikardia (kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat)
  • Kram otot
  • Nyeri dada
  • Pusing

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Salbulin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Persalinan prematur tanpa komplikasi atau keguguran yang mengancam.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Salbulin:

  • Peningkatan resiko hipokalemia jika di berikan bersamaan dengan agen depleting K (misalnya kortikosteroid, diuretik, xanthines, digoxin)
  • Efek antagonis (berlawanan) jika di berikan bersamaan dengan β-blocker.
  • Mungkin berlawanan efek jika di berikan bersamaan dengan anti-diabetes.
  • Peningkatan risiko edema paru jika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid
  • Peningkatan resiko efek kardiovaskuler jika di berikan bersamaan dengan agen simpatomimetik lainnya
  • Efek dapat diubah oleh guanethidine, reserpin, metildopa, TCA dan MAOIs

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Salbulin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Kategori Kehamilan
Tidak ada data yang tersedia tentang keberadaan Salbutamol dalam ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait