Sukses

Pengertian Salbulin

Salbulin merupakan obat yang mengandung salbutamol sulfat yang dalam bentuk sediaan inhaler dengan cara pakainya dihirup melalui saluran pernafasan. Salbulin diindikasikan pada pasien yang memiliki penyakit bronkospasma akut (penyempitan pembuluh pernafasan) seperti sesak nafas, mengi (nafas berbunyi), dada sesak dan merasa ditekan, emfisema (kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek)

Keterangan Salbulin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti Asma.
  • Kandungan: Salbutamol Sulfate 100 mcg.
  • Bentuk: Inhaler.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Dus, 1 canister @ 200 dosis.
  • Farmasi: Imedco Farma

Kegunaan Salbulin

Salbulin diindikasikan pada pasien yang memiliki penyakit bronkospasma akut (penyempitan pembuluh pernafasan) seperti sesak nafas, mengi, dada sesak dan merasa ditekan, emfisema.

Dosis & Cara Penggunaan Salbulin

Salbulin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan salbulin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Bonkospasma akut
Dewasa : 90/100 mcg 1 sampai 2 kali sehari, dosis maksimal 800 mcg perhari
Anak 6 - 12 tahun : 1 inhalasi dapat dinaikkan menjadi 2 inhalasi jika dibutuhkan. Maksimal dosis 400 mcg perhari

Asma Akut
Dewasa : 4 kali inhalasi, dosis maksimal 10 kali inhalasi perhari

Pencegahan induksi bronkospasma
Dewasa : 2 kali inhalasi 10-15 menit sebelum olahraga.
Anak usia 6 -12 tahun : 1 kali inhalasi 10-15 menit sebelum olahraga.

Efek Samping Salbulin

Efek Samping:
1. Tekanan darah tinggi
2. Tremor atau gemetar
3. Hipotensi/tekanan darah rendah
4. Palpitasi (perasaan (sensasi) yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh denyut jantung yang tidak teratur)
5. Diabetes melitus
6. Hipokalemia (keadaan dimana kadar kalium yang terdapat di dalam darah berada pada jumlah yang lebih rendah).
7. Sakit kepala
8. Insomnia/kesulitan tidur
9. Konjungtivitis (peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata)
Infeksi saluran kemih
10. Mual dan muntah
11. Peningkatan jumlah keringat
12. Takikardia (kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat)
13. Kram otot
14. Nyeri dada
15. Pusing

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Salbulinpada pasien yang memiliki indikasi:
1. Umur kehamilan kurang dari 22 minggu
2. Reaksi hipersensitivitas (reaksi alergi berlebihan) terhadap salbutamol dan golongannya
3. Pasien dengan riwayat takiaritmia jantung (gangguan denyut jantung)

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Salbulin:
1. Peningkatan resiko hipokalemia jika di berikan bersamaan dengan agen depleting K (misalnya kortikosteroid, diuretik, xanthines, digoxin)
2. Efek antagonis (berlawanan) jika di berikan bersamaan dengan β-blocker.
3. Mungkin berlawanan efek jika di berikan bersamaan dengan anti-diabetes.
4. Peningkatan risiko edema paru jika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid
5. Peningkatan resiko efek kardiovaskuler jika di berikan bersamaan dengan agen simpatomimetik lainnya
6. Efek dapat diubah oleh guanethidine, reserpin, metildopa, TCA dan MAOIs

Kategori Kehamilan:
Kategori kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Salbulin kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

"Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin."

Artikel
    Penyakit Terkait