Sukses

Pengertian Salbron Expectorant

Salbron Expectorant mengandung Salbutamol Sulfate dan Guaifenesin. Salbron Expectorant digunakan untuk membantu mengobati penyakit asma karena alergi tertentu, asma bronkial, bronkitis asmatis (bronkitis asmatis adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan adanya peradangan pada bronkus, yaitu saluran yang digunakan untuk masuk dan keluarnya udara dari paru-paru), dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan mengencerkan dahak.

Keterangan Salbron Expectorant

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol Sulfate 2 mg, Guaifenesin 90 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 100 mL
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan Salbron Expectorant

Salbron Expectorant digunakan untuk membantu mengobati penyakit asma karena alergi tertentu dan meringankan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Salbron Expectorant

Salbron Expectorant merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan Resep Dokter. 

  • Dewasa dan Anak > 12 tahun: 1-2 sendok takar, 3-4 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar, 3-4 kali sehari
  • Anak usia 2-6 tahun: 1/2-1 sendok takar, 3-4 kali sehari
  • Dosis umum anak: 0.3mg/kgBB/hari, terbagi dalam 3-4 dosis.

Efek Samping Salbron Expectorant

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Salbron Expectorant seperti nyeri dada, denyut jantung cepat, tremor terutama pada tangan, kram otot, sakit kepala, mual, muntal, sakit kepala, insomnia, hipotensi, dan gugup.

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Salbron Expectorant

Interaksi Obat
-Meningkatkan resiko hipokalemia dengan obat golongan kortikosteroid, diuretik, obat jantung, xanthin
-Meningkatkan resiko udema dengan obat kortikosteroid

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Salbron Expectorant ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait