Sukses

Pengertian Saizen

Saizen merupakan sediaan obat dalam bentuk serbuk dan cairan injeksi yang diproduksi oleh PT Merck Indonesia. Saizen adalah obat yang digunakan untuk mengobati kegagalan pertumbuhan pada anak yang disebabkan karna penurunan atau tidak adanya sekresi hormon pertumbuhan endogen, kegagalan pertumbuhan pada anak perempuan dengan sindrom Turner, gangguan pertumbuhan pada anak dengan berat badan lahir kecil untuk usia kehamilan, dan orang dewasa dengan defisiensi hormon pertumbuhan dapat timbul pada anak atau dewasa. Saizen mengandung zat aktif Somatripin. Somatropin adalah hormon pertumbuhan manusia sintetis yang berasal dari DNA rekombinan. Somatropin bekerja dengan cara merangsang pertumbuhan kerangka dan jaringan lunak dengan mempromosikan pembelahan sel, penyerapan asam amino dan sintesis protein. Ini juga memiliki efek seperti insulin dan diabetogenik.

Keterangan Saizen

  • Saizen Cairan Injeksi
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Hormon-hormon Tropik dan Preparat Sintetiknya
  • Kandungan : Somatropin 5.83 mg/mL
  • Bentuk : Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan : Catridge
  • Kemasan: Box, 1 Catridge @ 6 mg (1,03 ml)
  • Farmasi: PT Merck Indonesia
  • Saizen Serbuk Injeksi
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Hormon-hormon Tropik dan Preparat Sintetiknya
  • Kandungan : Somatropin
  • Bentuk : Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan : Vial
  • Kemasan : Box, 1 Vial @ 3.33 mg + 1 Vial Pelarut @ 5ml
  • Farmasi: PT Merck Indonesia

Kegunaan Saizen

Saizen adalah obat yang digunakan untuk mengobati kegagalan pertumbuhan pada anak yang disebabkan karna penurunan atau tidak adanya sekresi hormon.

Dosis & Cara Penggunaan Saizen

Dosis dan Cara Penggunaan Saizen :
Saizen merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Kegagalan pertumbuhan karena sekresi hormon pertumbuhan endogen yang tidak adekuat :
0.7- 1 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari atau 0.025-0.035 mg/kg BB/hr secara subkutan atau intramuscular.

Kegagalan pertumbuhan pada anak perempuan karena disgenesis gonad (Sindrom Turner) :
1.4 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari atau 0.045-0.05 mg/kg BB/hr secara subkutan atau intramuscular.

Kegagalan pertumbuhan pada anak dengan BB lahir kecil untuk usia kehamilan :
0.035-0.067 mg/kg BB (atau 1-2 mg/m2/hari) secara subkutan.

Defisiensi hormon pertumbuhan pada orang dewasa :
Dosis awal:
0.15-0.3 mg/hr secara subkutan, dosis dilanjutkan secara bertahap 1 x/bulan bila perlu. Dosis akhir jarang melebihi 1 mg/hari.

Efek Samping Saizen

Efek Samping :
Pembentukan antibodi, adanya antibodi yang melawan hormon pertumbuhan manusia, reaksi pada tempat injeksi seperti nyeri, parestesia, kemerahan atau edema, nyeri sendi, nyeri otot, sindrom carpal tunnel, nyeri tulang, kekakuan otot, dislokasi epifisis femoral (sangat jarang), edema (kadang-kadang terjadi pada anak), dan resistensi insulin.

Kontraindikasi :
Tidak dapat digunakan pada pasien dengan riwayat adanya tumor aktif dan atau lesi intrakranial aktif, pasien yang sakit kritis, retinopati diabetikum proliferatif atau pra-proliferatif; sindrom Down atau Bloom, atau anemia Fanconi, kehamilan dan laktasi.

Interaksi Obat :
Dapat berinteraksi dengan obat golongan kortikosteroid, gonadotropin, estrogen, androgen & anabolik, hormon steroid kelamin, antikonvulsan dan siklosporin.

Kategori Kehamilan :
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Saizen dalam kategori B, C dengan penjelasan sebagai berikut :
Kategori B: Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
Kategori C : Obat kategori ini bisa berdampak buruk pada janin namun biasanya dampaknya bisa membaik kembali. Pada studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tetapi karena manfaat potensial mungkin beberapa ibu hamil memerlukan penggunaan obat ini. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait