Sukses

Pengertian Rozgra

Rozgra merupakan salah satu Sediaan Tablet Salut yang mengandung Sildenafil, obat ini diproduksi oleh Phapros Indonesia. Rozgra digunakan untuk membantu impotensi atau disfungsi ereksi (mengobati masalah fungsi seksual pria). Rozgra bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis untuk membantu pria mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Keterangan Rozgra

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi
  • Kandungan: Sildenafil 50 mg ; Sildenafil 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 4 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan Rozgra

Rozgra digunakan untuk membantu impotensi atau disfungsi ereksi (mengobati masalah fungsi seksual pria).

Dosis & Cara Penggunaan Rozgra

Dosis dan Cara Penggunaan Rozgra, harus dengan Konsultasi dan Resep Dokter:

  • Pada pengobatan hipertensi pulmonari arteri
    Dewasa diminum 5 mg atau 20 mg 3 kali sehari.
    Pada anak-anak 1-17 berat badan dibawah 20 kg diminum 10 mg 3 kali sehari, berat badan diatas 20 kg diminum 20 mg 3 kali sehari.
  • Pengobatan disfungsi ereksi.
    Pada dewasa diminum 50 mg diminum sekitar 1 jam sebelum berhubungan suami istri, dapat disesuaikan dengan respon maksimal 100 mg perhari.

Efek Samping Rozgra

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Rozgra, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Diare.
  • Nyeri pada pungung.
  • Kehilangan penglihatan sementara.
  • Suara berdenging di telinga.
  • Nyeri pada dada.
  • Detak jantung tidak teratur.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Rozgra pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Riwayat stroke.
  • Gangguan degeneratif.
  • Gangguan hati parah.
  • Penggunaan dengan nitrat dari bentuk apapun dan nicorandil.
  • Hiperersensitivitas atau alergi terhadap komponen Rozgra Tablet.
  • Gagal jantung.
  • Kehilangan penglihatan di mata karena neuropati optik iskemik anterior iskemik (NAI)
  • Hipotensi (tekanan darah dibawah 90/50 mmHg).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Rozgra:

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan protease inhibitor HIV terutama dengan rejimen yang dikuatkan ritonavir
  • Berkurangnya konsentrasi plasma dengan induksi CYP3A4 (misalnya rifampisin, bosentan).
  • Hipertensi simtomatik dapat terjadi bila digunakan dengan alpha-blocker
  • Mengurangi clearance dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya simetidin, delavenin, eritromisin, itrakonazol, ketokonazol)
Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rozgra ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
Artikel
    Penyakit Terkait