Sukses

Pengertian Rovadin

Rovadin merupakan salah satu Sediaan Sirup dan Tablet yang mengandung Spiramycin, obat ini diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals. Rovadin digunakan untuk mengobati Toksoplasmosis (infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii), Toksoplasmosis pada wanita hamil dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi pada bayi yang belum lahir dan menyebabkan cacat pada bayi. Rovadin termasuk dalam golongan antibiotik makrolida, bekerja sebagai mengatasi penyakit infeksi. Penyalahgunaan Rovadin yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan Rovadin

  1. Rovadin Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Makrolida.
    • Kandungan: Spiramycin 125 mg/5 mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 100 mL.
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.
  2. Rovadin Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Makrolida.
    • Kandungan: Spiramycin 15 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.

Kegunaan Rovadin

Rovadin digunakan untuk mengobati Toksoplasmosis.

Dosis & Cara Penggunaan Rovadin

Rovadin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan rovadin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Cryptosporidiosis, Infeksi protozoa, Infeksi yang rentan, Toksoplasmosis
Dewasa: 6-9 IU / hari dalam 2-3 dosis terbagi, meningkat menjadi 15 IU / hari, diberikan dalam dosis terbagi untuk infeksi berat.
Anak: dan bayi baru lahir: Kemoprofilaksis toksoplasmosis kongenital: 50 mg / kg 2 kali sehari.

Efek Samping Rovadin

  1. Mual, muntah.
  2. Sakit perut.
  3. Diare.
  4. Urtikaria atau biduran.
  5. Pruritus atau rasa gatal.
  6. Ruam.
  7. Dapat terjadi parestesia sementara atau kesemutan.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Rovadin pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif atau alergi terhadap spiramycin atau golongan antibiotik makrolida.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Rovadin:

  1. Mengurangi penyerapan karbidopa dan konsentrasi levodopa.
  2. Peningkatan risiko aritmia ventrikel bila digunakan dengan astemizol, cisapride, dan terfenadine.
  3. Risiko dystonia akut bila digunakan dengan fluphenazine.

 

Artikel
    Penyakit Terkait