Sukses

Pengertian Rovadin

Rovadin adalah sediaan sirup dan tablet yang mengandung Spiramycin. Rovadin digunakan untuk mengobati toksoplasmosis (infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii), Toksoplasmosis pada wanita hamil dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi pada bayi yang belum lahir dan menyebabkan cacat pada bayi. Rovadin termasuk dalam golongan antibiotik makrolida, bekerja sebagai mengatasi penyakit infeksi. Penyalahgunaan Rovadin yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan Rovadin

  1. Rovadin Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Makrolida.
    • Kandungan: Spiramycin 125 mg/5 mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 100 mL.
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.
    • Harga: Rp46.000 - Rp85.000/ Botol
  2. Rovadin Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Makrolida.
    • Kandungan: Spiramycin 1.5 MIU
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.
    • Harga: Rp56.000 - Rp115.000/ Strip

Kegunaan Rovadin

Rovadin digunakan untuk mengobati toksoplasmosis, cryptosporidiosis (infeksi sistem pencernaan yang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium parvum), infeksi protozoa, infeksi bakteri yang rentan.

Dosis & Cara Penggunaan Rovadin

Rovadin merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Rovadin Tablet
    • Dewasa: dosis 6-9 juta unit/hari dalam 2-3 dosis terbagi, ditingkatkan dosis menjadi 15 juta unit/hari, diberikan dalam dosis terbagi untuk infeksi berat.
  2. Rovadin Sirup
    • Anak dan bayi: Kemoprofilaksis toksoplasmosis kongenital: dosis 50 mg/kg berat badan diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Rovadin

Efek samping penggunaan Rovadin yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Urtikaria atau biduran.
  • Pruritus atau rasa gatal.
  • Ruam.
  • Dapat terjadi parestesia sementara atau kesemutan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Rovadin pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap spiramycin atau golongan antibiotik makrolida.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Rovadin:

  1. Mengurangi penyerapan karbidopa dan konsentrasi levodopa.
  2. Peningkatan risiko aritmia ventrikel bila digunakan dengan astemizol, cisapride, dan terfenadine.
  3. Risiko dystonia akut bila digunakan dengan fluphenazine.

 

Artikel
    Penyakit Terkait