Sukses

Pengertian Romisan

Romisan adalah obat yang mengandung irinotecan HCl Trihydrate. Romisan digunakan untuk mengobati kanker usus besar dan kanker paru-paru sel kecil. Irinotecan yang terkandung dalam Romisan merupakan turunan dari camptothecin yang bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase I, sehingga mengganggu penggulungan dan pelepasan DNA selama replikasi dan menyebabkan kerusakan sel kanker yang tidak dapat diperbaiki.

Keterangan Romisan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kemoterapi sitotoksik
  • Kandungan: Irinotecan HCl Trihydrate 20 mg/mL
  • Bentuk: Infus
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga: Rp800.000 - Rp1.000.000/ Box

Kegunaan Romisan

Romisan digunakan untuk mengobati kanker usus besar stadium lanjut yang dikombinasikan dengan 5-fluorouracil dan folinic acid pada pasien yang sudah atau belum pernah menjalani kemoterapi untuk penyakit lanjut.

Dosis & Cara Penggunaan Romisan

Romisan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Romisan juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Pemakaian Romisan harus dilakukan dengan bantuan tenaga medis.

  • Dosis monoterapi digunakan untuk pasien yang sudah pernah diobati sebelumnya: gunakan 350 mg / m2 selama 30 sampai 90 menit setiap 3 minggu sebagai monoterapi.
  • Dosis kombinasi digunakan untuk pasien yang sebelumnya tidak diobati: gunakan 180 mg / m2 selama 30 sampai 90 menit setiap 2 minggu sekali dan dikombinasikan dengan 5-fluorouracil dan folinic acid.
  • Pasien dengan kadar bilirubin sampai 1,5 x ULN: gunakan 350 mg / m2
  • Pasien dengan kadar bilirubin 1,5-3 x ULN: gunakan 200 mg / m2.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius, terhindar dari cahaya.

Efek Samping Romisan

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Romisan:

  • Diare
  • Demam
  • Neutropenia (jumlah neutrofil darah rendah)
  • Anemia
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Mual
  • Muntah
  • Sindorma kolinergik akut sementara
  • Dispnea (sesak)
  • Kram otot
  • Parestesia (kesemutan)
  • Astenia
  • Alopesia (kebotakan rambut)
  • Konstipasi

Overdosis
Overdosis Romisan dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Neutropenia berat
  • Diare berat

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Penyakit radang usus kronis atau obstruksi usus
  • Pasien dengan kadar bilirubin >3 x ULN
  • Kegagalan sumsum tulang yang parah
  • Pasien dengan faktor risiko terutama mereka dengan status kinerja WHO >2.
  • Kehamilan atau menyusui.

Interaksi Obat
Romisan dapat berinteraksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan:

  • Agen penghambat neuromuskular
  • Agen antineoplastik
  • Deksametason
  • Obat pencahar
  • Diuretik
  • Antikonvulsan
  • Ketoconazole
  • Antazanavir sulfat

Kategori kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Romisan ke dalam Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Perhatian Menyusui
Irinotecan dan metabolitnya terserap kedalam ASI, idak ada informasi mengenai efek obat pada bayi yang disusui, atau pada produksi ASI. Karena potensi efek samping yang serius dari obat pada bayi yang disusui, ibu menyusui disarankan untuk tidak menyusui bayinya selama pengobatan dan selama 7 hari setelah dosis akhir diberikan.

Artikel
    Penyakit Terkait