Sukses

Pengertian Rokdisit

Rokdisit merupakan obat yang mengandung roksitromisin. Roksitromisin berfungsi untuk mengobati infeksi THT, bronkopulmonal, genital (kecuali infeksi gonokokal), dan kulit yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap Roksitromisin. Roksidit bekerja dengan menghambat sintesis protein mengakibatkan pertumbuhan sel bakteri terhambat.

Keterangan Rokdisit

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Makrolida
  • Kandungan: Roxithromycin 150 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: 1 Strip@ 10 Tablet
  • Farmasi : Harsen.

Kegunaan Rokdisit

Rokdisit digunakan untuk mengobati infeksi THT, bronkopulmonal, genital (kecuali infeksi gonokokal), dan kulit yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap Roksitromisin.

Dosis & Cara Penggunaan Rokdisit

Roksidit merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan roksidit juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 300 mg 1 kali sehari atau 150 mg 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari.
  • Anak: 24-40 kg, 100 mg 2 kali sehari pada pagi dan malam hari, dosis yang digunakan 5-8 mg/kg bb/hari dalam 2 dosis terpisah selama tidak lebih dari 10 hari.

Sebaiknya diberikan sebelum makan.

Efek Samping Rokdisit

Efek samping yang mungkin ditimbulkan selama penggunaan roksidit adalah

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri epigastrik (dispepsia)
  • Diare (terkadang berdarah)
  • Gejala pankreatitis
  • Reaksi hipersensitivitas seperti eritema multiform, urtikaria, ruam kulit, pruritus, purpura, angioedema.
  • Gangguan pengecapan (termasuk ageusia), gangguan penciuman (termasuk anosmia).

Kontraindikasi

Hindri pemberian pada pasien dengan kondisi seperti Hipersensitivitas dan terapi kombinasi dengan ergotamin dan preparat sejenis lainnya.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan kadar serum Ciclosporin dan Digoxin
  • Peningkatan resiko rhabdomyolysis bila digunakan dengan simvastatin.
Artikel
    Penyakit Terkait