Sukses

Pengertian Rizodal

Rizodal adalah obat yang mengandung Risperidone sebagai zat aktifnya. Rizodal diindikasikan untuk psikosis skizofrenik akut dan kronis, kondisi psikotik lain dimana gejala positif dan negatif mendominasi. Selain itu, Rizodal juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala afektif terkait dengan skizofrenia. Rizodal bekerja karena memiliki aktivitas antagonis serotonin dopamin campuran yang berikatan dengan reseptor 5-HT2 di CNS dan di pinggiran dengan afinitas sangat tinggi, berikatan dengan reseptor dopamin-D2 tanpa afinitas.

Keterangan Rizodal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Risperidone 1 mg, Risperidone 2 mg, Risperidone 3 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 20 Tablet
  • Farmasi: Guardian Pharmatama

Kegunaan Rizodal

Rizodal diindikasikan untuk mengobati psikosis skizofrenik akut dan kronis, kondisi psikotik lain dimana gejala positif dan negatif mendominasi. Mengurangi gejala afektif terkait dengan skizofrenia.

Dosis & Cara Penggunaan Rizodal

Rizodal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Rizodal juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Dewasa
    • Hari ke 1: diberikan dosis 1 mg.
    • Hari ke 2: diberikan dosis 2 mg.
    • Hari ke 3: diberikan dosis 3 mg, diminum 2 kali sehari.
    • Dosis optimal yang biasa: 2-4 mg, diminum 2 kali sehari.
  2. Lanjut usia, pasien dengan gangguan ginjal atau hati
    • Dosis awal: diberikan dosis 0,5 mg, diminum 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-2 mg, diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-25°C, lindungi dari cahaya dan kelembapan.

Efek Samping Rizodal

Efek samping penggunaan Rizodal yang mungkin terjadi adalah:
Insomnia, sakit kepala, gelisah, kecemasan, mengantuk, kelelahan. Kadang-kadang, hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba), refleks takikardia atau hipertensi, gejala ekstrapiramidal, peningkatan berat badan

Interaksi Obat
Rizodal akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan obat yang bekerja sentral, levodopa, dan agonis dopamin lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Rizodal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Risperidone antara lain mengantuk, sedasi, takikardia, hipotensi, gejala ekstrapiramidal, perpanjangan QT, kejang.
  • Jika terjadi overdosis, pertahankan jalan napas yang baik, memastikan oksigenasi dan ventilasi yang memadai (oleh tenaga medis). Bilas lambung dan pemberian arang aktif dengan pencahar harus dipertimbangkan ketika overdosis terjadi kurang dari 1 jam sebelumnya. Obati hipotensi dan kolaps sirkulasi dengan cairan infus dan / atau agen simpatomimetik. Pemberian agen anticholinergic dalam kasus gejala ekstrapiramidal parah.
Artikel
    Penyakit Terkait