Sukses

Pengertian Risperdal

Risperdal adalah sediaan obat yang mengandung Risperidone. Risperdal digunakan sebagai obat untuk membantu terapi skizofrenia akut dan kronis (skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang ditandai dengan terpecahnya kepribadian, tampak sebagai gangguan jalan pikiran, emosi, dan perilaku) dan gangguan psikosis penyakit jiwa.

Keterangan Risperdal

  • Golongan: Obat Psikotropik.
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Risperidone 1 mg/mL
  • Bentuk: Larutan
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 30 mL.
  • Farmasi: Johnson & Johnson Indonesia/ Soho Industri Pharmasi.
  • Harga: -

Kegunaan Risperdal

Risperdal digunakan untuk pengobatan, seperti:

  • Skizofrenia akut dan kronis, termasuk psikosis episode 1.
  • Kondisi psikotik lainnya di mana gejala positif atau negatif.
  • Mengurangi gejala efektif terkait dengan skizofrenia.
  • Gangguan perilaku pada pasien demensia.
  • Gangguan bipolar.
  • Perilaku dan gangguan perilaku mengganggu lainnya pada pasien dengan fungsi intelektual rendah atau keterbelakangan mental.
  • Meningkatkan keterampilan adaptif pada anak dengan kelainan autistik.
  • Monoterapi dan terapi tambahan gangguan bipolar I untuk menunda terjadinya gangguan jiwa.

Dosis & Cara Penggunaan Risperdal

Risperdal merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Skizofrenia Risperdal:
    • Dewasa: Dosis awal: 2 mg setiap hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 mg pada hari ke-2. Maksimal: 16 mg setiap hari.
    • Lansia: dosis awal: dosis 0.5 mg diminum 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-2 mg diminum 2 kali sehari.
  2. Gangguan perilaku pada pasien demensia
    • Dosis awal: dosis 0.25 mg diminum 2 kali sehari. Dosis dapat disesuaikan dengan peningkatan 0.25 mg diminum 2 kali sehari.
  3. Bipolar
    • Dewasa: dosis awal: 2 atau 3 mg diminum 1 kali sehari. Dosis dapat disesuaikan dengan kenaikan 1 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Risperdal

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Risperdal , antara lain:

  1. Infeksi.
  2. Gangguan sistem darah dan limfatik.
  3. Gangguan sistem saraf.
  4. Gangguan mata, telinga dan labirin.
  5. Gangguan jantung.
  6. Gangguan pembuluh darah.
  7. Gangguan gastrointestinal.
  8. Gangguan jaringan kulit dan subkutan.
  9. Gangguan otot dan jaringan ikat.
  10. Nyeri dada.
  11. Peningkatan / penurunan suhu tubuh, menggigil.
  12. Edema wajah atau pembengkakan pada wajah.
  13. Peningkatan prolaktin darah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Risperdal pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitf terhadap Risperidone.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Risperdal:

  1. Dapat memusuhi efek levodopa dan agonis dopamin lainnya.
  2. Kombinasi dengan obat lain yang bekerja sentral, misal, alkohol.
  3. Kombinasi dengan psikostimulan misalnya, methylphenidate dapat menyebabkan munculnya gejala ekstrapiramidal.
  4. Obat dengan efek hipotensi.
  5. Obat yang diketahui memperpanjang interval QT.
  6. Inhibitor CYP2D6 yang kuat dapat meningkatkan risperidon plasma. 7. Inhibitor CYP3A4 atau P-gp dapat meningkatkan konsentrasi risperidon dalam plasma.
  7. Pengurangan konsentrasi plasma dengan penginduksi CYP3A4 atau P-gp.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Risperdal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Risperdal diekskresikan dalam ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui yang menerima terapi pengobatan dengan Risperdal tidak boleh menyusui bayinya.

Artikel
    Penyakit Terkait