Sukses

Pengertian Riklona

Riklona merupakan salah satu Sediaan Tablet yang mengandung Clonazepam, obat ini diproduksi oleh Mersifarma Trimaku. Riklona digunakan untuk perawatan epilepsi, gangguan panik, kejang infantil dan kondisi lainnya. Clonazepam termasuk golongan obat benzodiazepine. Benzodiazepine termasuk dalam kelompok obat yang disebut depresan sistem saraf pusat (SSP). Depresan SSP merupakan obat yang dapat memperlambat sistem saraf.

Keterangan Riklona

  • Golongan: Psikotropika
  • Kelas Terapi: Antikolvusan
  • Kandungan: Clonazepam 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarma Trimaku.

Kegunaan Riklona

Riklona digunakan untuk perawatan epilepsi, gangguan panik, kejang infantil dan kondisi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Riklona

Dosis dan Cara Penggunaan Riklona, harus dengan Resep Dokter:

  • Dewasa dan anak lebih dari 10 tahun (Berat badan lebih dari 10 kg) : Dosis awal: 1-2 mg perhari.
  • Bayi dan anak kurang dari 10 tahun (Berat badan kurang dari 30 kg) : Dosis awal: 0.01-0.03 mg/kg berat badan perhari.

Efek Samping Riklona

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Riklona, yaitu:

  • Lelah, mengantuk.
  • Pusing, sakit kepala.
  • Ataksia (menurunnya kemampuaan koordinasi gerakan otot).
  • Peningkatan salivasi (ludah).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Riklona pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit hati.
  • Insufisiensi paru akut.
  • Insufisiensi pernapasan akut.
  • Ketergantungan obat.
  • Konsumsi alkohol.
  • Glaukoma akut.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Riklona:

  • Hidantoin.
  • Karbamazepin.
  • Obat anestesi atau hipnotik.
  • Fenitoin.
  • Primidon.
  • Asam valproat.
  • Barbiturat.
  • Antikonvulsan lain.
Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Riklona ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).