Sukses

Pengertian Reviderm

ReviDerm merupakan produk obat dengan Sediaan Krim yang diproduksi oleh Suryo Dermato Medica. ReviDerm tersedia 2 kekuatan dosis yang berbeda, yaitu ReviDerm Kirim 0.01 % dan 0.02 %. Perbedaan Kekuatan dosis digunakan untuk membedakan tingkat tujuan terapi, kondisi biolois atau rasa sakit yang diderita oleh pasien. ReviDerm mengandung zat aktif Tretinoin yang diindikasikan sebagai Obat yang digunakan untuk memperbaiki penampilan kulit dengan mengurangi garis-garis halus dan kerutan, mengurangi kekasaran, dan memperbaiki warna kulit. Reviderm harus digunakan dengan perawatan kulit lainnya, seperti pelembab dan penggunaan tabir surya yang efektif setiap hari (minimum SPF 15) untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.
Tretinoin atau Retinoid, adalah bentuk asam dari Vitamin A. Secara topikal, obat ini mengurangi pembentukan sel-sel epitel folikel dengan merangsang mitosis dan pergantian. Obat ini menyebabkan ekstrusi komedo yang ada dan mencegah pembentukan komedo baru.

Keterangan Reviderm

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Emolien, Pembersih dan Pelindung Kulit
  • Kandungan: Tretinion 0.01 %; Tretinion 0.02 %
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Box, Tube @ 15 Gram
  • Farmasi: Suryo Dermato Mediva.

Kegunaan Reviderm

Reviderm digunakan untuk menjaga kulit terlihat lebih cerah, mengurangi kerutan dan mengurangi timbulnya komedo. Serta, obat ini dapat mengurangi Hiperpigmentasi berbintik-bintik.

Dosis & Cara Penggunaan Reviderm

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Acne vulgaris Topikal Sebagai krim 0.01-0.1% krim: Terapkan sekali sehari. Hiperpigmentasi berbintik-bintik, kekasaran dan kerutan halus pada kulit yang dipotret dengan sinar matahari. Sebagai krim 0.02-0.05%: Oleskan sekali sehari setiap malam di malam hari.

Efek Samping Reviderm

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan ReviDerm, yaitu:

  • Iritasi kulit
  • Menyengat
  • Kehangatan
  • Pruritus atau gatal-gatal
  • Jarang, hipo dan hiperpigmentasi sementara, edema, atrofi, fotosensitifitas atau sensitif terhadap cahaya.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan ReviDerm Krim pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Kehamilan (trimester pertama) dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan dengan Vitamin A.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan ReviDerm:

  • Peningkatan iritasi kulit dengan obat-obatan topikal, sabun, pembersih, dan kosmetik lainnya dengan alkohol tinggi, zat, bumbu / jeruk nipis, atau sediaan dengan sulfur, resorcinol, atau asam salisilat.
  • Mengurangi kemanjuran dengan agen pengoksidasi (misalnya Benzoil peroksida).
Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Reviderm ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
Artikel
    Penyakit Terkait