Sukses

Pengertian Retaphyl SR

Retaphyl SR adalah obat yang mengandung Theophylline yang dikemas dalam bentuk sediaan tablet. Retaphyl SR digunakan untuk membantu mengobati penyakit paru-paru, seperti asma dan bronkitis (infeksi saluran pernapasan menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi), dan emfisema (penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek).

Keterangan Retaphyl SR

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik.
  • Kandungan: Theophylline 300 mg.
  • Bentuk: Kaplet Lepas Lambat.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Kimia Farma PT
  • Harga: Rp25.000 - Rp45.000/ Strip

Kegunaan Retaphyl SR

Retaphyl SR digunakan sebagai pengobatan asma bronkial.

Dosis & Cara Penggunaan Retaphyl SR

Retaphyl SR merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Dewasa: 1 kaplet, diminum 2 kali sehari di pagi dan sore hari.
  • Anak-anak usia > 6 tahun: ½ kaplet, iminum 2 kali sehari di pagi dan sore hari.
  • Diminum setelah makanan untuk mengurangi ketidaknyamanan lambung. Telan utuh, jangan dikunyah / dihancurkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Retaphyl SR

Efek samping penggunaan Retaphyl SR yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Jantung berdebar.
  • Susah tidur.
  • Pada anak-anak: hematemesis atau muntah darah, stimulasi sistem saraf pusat, diaforesis produksi keringat yang berlebih, demam.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Retaphyl SR pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Ulkus gaster atau luka pada lambung
  • Penyakit diabetes

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Retaphyl SR:

  • Litium
  • Antikoagulan
  • Cimetidine
  • Allopurinol
  • Erythromycin
  • Propranolol
  • Troleandomycin
  • Kontrasepsi oral
  • Rifampicin
  • Efedrin
  • Preparat xanthine lainnya

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Retaphyl SR ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Teofilin diekskresikan ke dalam ASI dan dapat menyebabkan iritabilitas atau tanda-tanda toksisitas ringan lainnya pada bayi yang disusui. 

Artikel
    Penyakit Terkait