Sukses

Pengertian Respira

Respira adalah produk obat dengan kandungan Moxifloxacin HCl dan diproduksi oleh Novell Pharmaceuticals. Respira digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri, seperti eksaserbasi (penyakit tertentu, seperti pilek dan infeksi paru akibat virus atau bakteri) akut, bronkitis kronis, pneumonia, sinusitis bakteri akut, infeksi kulit dan infeksi intra-abdominal. Selain itu, obat ini dapat digunakan untuk penyakit radang panggul ringan sampai sedang tanpa kombinasi tubo-ovarium atau abses panggul dalam kombinasi dengan agen antibakteri yang sesuai. Perhatikan, penyalahgunaan antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan Respira

  1. Respira Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
    • Kandungan: Moxifloxacin HCL 400 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Kaplet
    • Farmasi: Novell Pharmaceuticals
    • Harga: Rp35.000 - Rp50.000/ Strip
  2. Respira Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
    • Kandungan: Moxifloxacin HCL 436,3 mg
    • Bentuk: Infus
    • Satuan Penjualan: Softbag
    • Kemasan: Softbag @ 250 mL
    • Farmasi: Novell Pharmaceuticals
    • Harga: -

Kegunaan Respira

Respira digunakan untuk pengobatan pada pasien dewasa ≥18 tahun yang memiliki indikasi infeksi disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Respira

Respira merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Respira Kaplet
    • Dewasa: 1 kaplet, diminum 1 kali sehari.
  2. Respira Infus
    • Wabah
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 10-14 hari.
    • Infeksi intra-abdomen yang rumit
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 5-14 hari.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7-21 hari.
    • Eksaserbasi bakteri akut pada bronkitis kronis
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 5 hari.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7 hari.
      • Anak usia 1 tahun: Sama seperti dosis dewasa.
    • Pneumonia yang didapat dari komunitas
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7-14 hari.
    • Sinusitis bakterial akut
      • Dewasa: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 10 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Respira

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Respira, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Perpanjangan QT pada pasien dengan hipokalemia
  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Peningkatan transaminase

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap moksifloksasin atau antibiotik kuinolon lainnya.
  • Pasien dengan riwayat gangguan tendon, miastenia gravis, pemanjangan interval QT, aritmia ventrikel, kondisi proaritmia (misalnya bradikardia, infark miokard akut), neuropati perifer, gangguan elektrolit yang tidak terkoreksi (misalnya hipokalemia, hipomagnesemia).
  • Hindari penggunaan bersama dengan antiaritmia Kelas 1A dan Kelas III, antihistamin, dan obat lain yang memperpanjang interval QT (misalnya cisapride, eritromisin, antipsikotik, dan TCA).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Respira:

  • Gangguan penyerapan bersama antasid, mineral & multivit. Peningkatan Cmax digoxin.
  • Penurunan konsentrasi puncak plasma glibenclamide. Peningkatan risiko aritmia ventrikel dg kelas IA dan antiaritmia kelas III, neuroleptik, TCA, sparfloxacin, erythromycin IV, bepridil, diphemanil.
  • Peningkatan aktivitas antikoagulan dg penggunaan antikoagulan bersamaan.
  • Mengurangi ketersediaan sistemik dengan arang.
Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Respira ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
 
Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Moxifloxacin terserap kedalam ASI.
Artikel
    Penyakit Terkait