Sukses

Pengertian Respicyl

Respicyl adalah produk obat yang mengandung zat aktif Acetylcysteine dengan bentuk sediaan ampul yang diproduksi oleh Beta Pharmacon. Respicyl digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol, dan mengencerkan dahak. Pada kasus keracunan paracetamol, Respicyl bekerja sebagai stimulan sintesisi Glutathione. Glutathione diperlukan dalam metabolisme paracetamol, sehingga tidak sampai menyebabkan hepatotoksisitas pada hati.

Keterangan Respicyl

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sediaan Batuk dan Pilek / Sediaan Mata Lainnya / Antidot dan Agen Detoksifikasi
  • Kandungan: Acetylcysteine 200 mg
  • Bentuk: Cairan inhalasi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 3 mL
  • Farmasi: Beta Pharmacon.

Kegunaan Respicyl

Respicyl dapat digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol, mengencerkan dahak.

Dosis & Cara Penggunaan Respicyl

Respicyl merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Respicyl juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Dewasa:
    Sebagai larutan 10%: 6-10 mL, diberikan 3-4 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-20 mL diberikan tiap 2-6 jam jika diperlukan.
    Sebagai larutan 20%: 3-5 mL, diberikan 3-4 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-10 mL diberikan tiap 2-6 setiap jam sesuai kebutuhan.
  • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping Respicyl

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Respicyl, antara lain:

  • Demam, berkeringat
  • Nyeri sendi
  • Henti napas
  • Gangguan fungsi hati
  • Gatal, kemerahan
  • Mual, muntah.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Respicyl:

  • Penumpukan sekresi bronkial akibat berkurangnya refleks batuk dengan obat antitusif.
  • Mengurangi efek jika diberikan bersamaan dengan arang aktif.
  • Dapat meningkatkan efek vasodilatasi nitrogliserin.
  • Dapat mengurangi efek farmakologis antibiotik.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Respicyl ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Pemberian Respicyl yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, diare, reaksi anafilaktoid.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat diberikan antihistamin dan steroid untuk anafilaksis. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait