Sukses

Pengertian Renapepsa

Renapepsa adalah obat yang mengandung Famotidine. Famotidine berfungsi untuk membantu mengobati ulkus duodenum (luka pada saluran pencernaan) dan tumor lambung jinak. Renapepsa juga digunakan untuk mengatasi nyeri pada perut bagian atas yang disebabkan oleh naiknya jumlah asam lambung dan maag kronis. Renapepsa bekerja dengan mengurangi jumlah produksi asam lambung.

Keterangan Renapepsa

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasid, Obat Antirefluks & Antiulserasi
  • Kandungan: Famotidine 20 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip 
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala
  • Harga: Rp52.000 - Rp75.000/ Strip

Kegunaan Renapepsa

Renapepsa digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

  • Pengobatan jangka pendek tukak duodenum (usus 12 jari)
  • Terapi pemeliharaan untuk pasien tukak duodenum
  • Pengobatan kondisi hipersekresi patologis (sindrom Zollinger-Ellison)

Dosis & Cara Penggunaan Renapepsa

Renapepsa merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Renapepsa juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Ulkus duodenum
    • Terapi akut: 2 tablet diminum sekali sehari sebelum tidur atau 1 tablet diminum 2 kali sehari selama 4 minggu.
    • Pemeliharaan: 1 tablet diminum 1 kali sehari sebelum tidur.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Renapepsa

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi obat Renapepsa adalah:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Demam
  • Diare
  • Nyeri muskuloskeletal (kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang)
  • Pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh)
  • Tinnitus (bunyi atau dengungan pada telinga).
  • Kulit kering
  • Arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Jerawat
  • Sembelit
  • Urtikaria/biduran.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Renapepsa.

Interaksi Obat
Renapepsa dapat berinteraksi dengan obat-obat berikut:

  • Atazanavir
  • Cefditoren
  • Delavirdine
  • Ketoconazole
  • Fosamprenavir
  • Dasatinib
  • Probenesid
  • Antasida 
Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Renapepsa ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Ada data terbatas yang tersedia tentang keberadaan obat didalam ASI; tidak ada efek pada bayi yang disusui; tidak ada data tentang efek famotidine pada produksi susu. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait