Sukses

Pengertian Removchol

Removchol adalah obat yang mengandung atorvastatin calcium trihidrate. Atorvastatin calcium trihidrate berfungsi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat dalam tubuh dan meningkatkan lemak baik yang diproduksi dalam tubuh. Removchol bekerja dengan menurunkan jumlah kolesterol yang dibuat oleh organ hati. Dengan menurunkan Kadar Kolesterol dan Lemak Jahat dalam darah dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan untuk terserang penyakit jantung dan stroke

Keterangan Removchol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikolesterol
  • Kandungan: Atorvastatin 20 mg; Atorvastatin 40 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab
  • Harga Removchol 20 mg: Rp100.000 - Rp150.000/ Strip
  • Harga Removchol 40 mg: Rp105.000 - Rp155.000/ Strip

Kegunaan Removchol

Removchol digunakan untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh pada orang dewasa dan anak-anak diatas 10 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan Removchol

Removchol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Removchol juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa
    Dosis awal 10-20 mg sekali sehari, dapat disesuaikan dengan jarak waktu 4 minggu, dapat ditingkatkan hingga 40 mg sekali sehari, maksimal 80 mg perhari.
  • Anak-anak usia 10-17 tahun
    10 mg sekali sehari dapat ditingkatan dengan jarak waktu 4 minggu maksimal 20 mg perhari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Removchol

Efek samping penggunaan Removchol yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Perut kembung
  • Diare
  • Sembelit
  • Dispepsia (nyeri atau sakit pada bagian perut atas)
  • Mual dan muntah
  • Miopati (Otot melemah bahkan lumpuh)
  • Mialgia (nyeri otot) dan artralgia (nyeri sendi)
  • Infeksi saluran kemih
  • Anoreksia (Gangguan berupa penurunan nafsu makan yang berlebihan)
  • Nyeri pada ekstremitas (tulang anggota gerak seperti lengan dan kaki)
  • Muskuloskeletal (sendi) dan pharyngolaryngeal (faring/tenggorokan dan laring/pita suara)
  • Insomnia (kesulitan tidur)
  • Nasopharyngitis (Radang tenggorokan)
  • Kejang otot.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap atorvastatin calcium trihidrate
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hati
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan kombinasi siklosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glecaprevir/pibrentasvir dan tipranavir/ritonavir.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Digoxin dapat meningkatkan AUC (Area Under Curve) dan konsentrasi plasma.
  • Dapat meningkatkan risiko Miopati (Otot melemah bahkan lumpuh) dan rhabdomyolysis (kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan) dengan Hepatitis C, traconazole, klaritromisin, fenofibrate, colchicines, kombinasi tetap dari lopinavir atau ritonavir. Dapat menurunkan konsentrasi plasma dengan rifampisin dan efavirenz.
  • Peningkatan AUC (area under curve) untuk norethindrone dan etinil estradiol.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Removchol ke dalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

Perhatian Menyusui
Hindari penggunaan Atorvastatin pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait