Sukses

Pengertian Reco Tetes Telinga

Reco adalah sediaan tetes telinga yang diproduksi oleh PT. Global Multi Pharmalab. Reco mengandung antibiotik Kloramfenikol 1% yang bekerja dengan  menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat subunit 50 dari ribosom bakteri, sehingga mencegah pembentukan ikatan peptida oleh peptidil transferase. Reco Tetes Telinga digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran telinga bagian luar.

Keterangan Reco Tetes Telinga

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Infeksi telinga & Antiseptik
  • Kandungan: Kloramfenikol 1%
  • Bentuk: Tetes Telinga
  • Satuan Penjualan: Botol plastik
  • Kemasan: Botol Plastik @ 10 ml
  • Farmasi: PT. Global Multi Pharmalab
  • Harga: Rp6.000 - Rp23.000/ Botol

Kegunaan Reco Tetes Telinga

Reco Tetes Telinga digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran telinga bagian luar (otitis externa).

Dosis & Cara Penggunaan Reco Tetes Telinga

Reco Tetes Telinga merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Reco tetes telinga juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individunya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan pakai: teteskan 3-4 tetes ke telinga yang sakit sebanyak 2-3 kali sehari selama 1 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius.

Efek Samping Reco Tetes Telinga

Efek samping penggunaan Reco Tetes Telinga yang mungkin terjadi adalah:

  • Ototoksisitas (penurunan fungsi dan kerusakan seluler di telinga bagian dalam)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat hipersensitivitas atau reaksi toksik terhadap kandungan dalam produk 
  • Gendang telinga berlubang

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Reco Tetes Telinga dalam Kategori C (Hindari selama trimester ketiga atau menjelang persalinan) dengan penjelasan sebagai berikut

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait