Sukses

Pengertian Ratrim

Ratrim merupakan obat antibiotik berbentuk sirup yang di produksi oleh PT. Rama Emerald Multi Sukses. Obat ini mengandung kombinasi Co-trimoxazole: Trimethoprim 40 mg, dan sulfamethoxazole 200 mg yang di indikasikan untuk mengobati infeksi sistemik yang di sebabkan oleh bakteri. Sulfamethoxazole mengganggu sintesis asam folat bakteri dan pertumbuhan melalui penghambatan pembentukan asam dihydrofolic dari asam paraaminobenzoic, trimethoprim menghambat pengurangan asam dihydrofolic menjadi tetrahydrofolate yang mengakibatkan penghambatan berurutan enzim dari jalur asam folat.

Keterangan Ratrim

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibakteri Kombinasi
  • Kandungan: Co-trimoxazole: Trimethoprim 40 mg, dan sulfamethoxazole 200 mg Per 5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 50 mL ; Botol @ 60 mL
  • Farmasi: PT. Rama Emerald Multi Sukses

Kegunaan Ratrim

Ratrim digunakan untuk mengobati eksaserbasi akut bronkitis kronis, otitis media (infeksi telinga bagian tengah) akut, infeksi saluran kemih, pneumonia Pneumocystis (carinii) jirovecii (infeksi serius yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan pada paru-paru), mencegah Pneumocystis (carinii) pneumonia jirovecii.

Dosis & Cara Penggunaan Ratrim

Ratrim merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ratrim juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Eksaserbasi Akut Bronkitis Kronis, Otitis Media Akut, Infeksi Saluran Kemih
    • Dewasa: 960 mg 2 x sehari.
    • Infeksi berat: 2,88 g setiap hari dalam 2 dosis terbagi.
    • Anak Usia 6 minggu - 5 bulan: 120 mg 2 x sehari;
    • Anak Usia 6 bulan-5 tahun: 240 mg 2 x sehari;
    • Anak Usia 6-11 tahun: 480 mg 2 x sehari.
  • Pneumonia Pneumocystis (carinii) jirovecii
    • Dewasa: 120 mg / kgBB setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi selama 14-21 hari.
    • Anak Usia ≥4 minggu: Sama dengan dosis dewasa.
  • Profilaksis Pneumonia Pneumocystis (carinii) jirovecii
    • Dewasa: 960 mg 1 x sehari selama 7 hari; 960 mg 1 x sehari 3 x seminggu pada hari lain; atau 960 mg 2 x sehari 3 kali seminggu pada hari-hari alternatif.
    • Anak Usia ≥4 minggu: 15-30 mg / kgBB 2 x sehari, 2-3 kali seminggu diberikan pada hari berturut-turut atau alternatif

Efek Samping Ratrim

Efek samping yang mungkin terjadi :

  • Miokarditis alergi
  • Menggigil
  • Reaksi alergi menyeluruh
  • Erupsi kulit menyeluruh
  • Fotosensitifitas
  • Gatal
  • Mual
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Anoreksia
  • Gagal ginjal

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap trimethoprim atau sulfonamides yang diketahui, gagal hati berat atau kerusakan hati dan gangguan hematologis .

Interaksi Obat:

  • Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia (kadar gula darah lebih tinggi dari normal) jika diberikan bersamaan dengan penghambat ACE.
  • Meningkatkan risiko methaemoglobinaemia jika diberikan bersamaan dengan prilocaine.
  • Dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikel jika diberikan bersamaan dengan amiodaron.
  • Dapat meningkatkan perpanjangan QT yang diinduksi dofetilide.
  • Dapat meningkatkan risiko kristalit jika diberikan bersamaan dengan methenamine.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi lamivudine, zidovudine, dan zalcitabine dalam plasma. Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan prokainamid dan / atau amantadin.
  • Dapat meningkatkan risiko toksisitas hematologis jika diberikan bersamaan dengan mercaptopurine dan azathioprine.
  • Dapat meningkatkan kadar digoxin.
  • Meningkatkan risiko trombositopenia jika diberikan bersamaan dengan diuretik.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ratrim ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait