Sukses

Pengertian Ratinal

Ratinal adalah obat golongan H2 blocker yang memiliki kandungan ranitidine HCl. Obat ini diproduksi oleh PT Gracia Pharmindo, serta tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. 

Ratinal digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh produksi asam lambung berlebih. Contohnya adalah esofagitis erosif, GERD, sindrom Zollinger-Ellison, dan lainnya.

Cara bekerja obat ini adalah dengan mengurangi jumlah asam lambung. 

Artikel Lainnya: Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Keterangan Ratinal

Sebelum digunakan, perhatikan keterangan obat Ratinal di bawah ini:

  1. Ratinal Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasid, Antirefluks, Antiulseran.
  • Kandungan: Ranitidine HCl 150 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: PT Gracia Pharmindo.
  • Harga: Rp 19.000 - Rp 40.000/ Strip.
  1. Ratinal Injeksi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasid, Antirefluks, Antiulseran.
  • Kandungan: Ranitidine HCl.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 2 ml.
  • Farmasi: PT Gracia Pharmindo.
  • Harga:  -

Kegunaan Ratinal

Fungsi Ratinal adalah untuk mengatasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan produksi asam lambung berlebih. 

Artikel Lainnya: Obat untuk Asam Lambung, Lebih Baik Antasida atau H2 Blocker?

Dosis & Cara Penggunaan Ratinal

Ratinal adalah obat keras yang memerlukan resep dokter.

Ratinal Tablet

  1. Tukak duodenum

Dosis dewasa: 150 mg 2x per hari, atau 300 mg 1x per hari selama 4-8 minggu.

  1. Tukak lambung

Dosis dewasa: 150 mg 2x per hari selama 2 minggu.

  1. Tukak gaster dan duodenum

Terapi pemeliharaan: 150 mg pada malam hari sebelum tidur.

  1. Pengobatan hipersekresi patologis, misalnya sindrom Zollinger-Ellison, mastositosis sistemik, GERD

Dosis: 150 mg 2x per hari.

  1. Esofagitis erosif

Dosis: 150 mg 4x per hari.

Ratinal Injeksi 

  1. Profilaksis acid aspiration selama bius total

Dosis dewasa: 50 mg, diberikan 45-60 menit sebelum induksi anestesi.

  1. Ulserasi saluran cerna pada bagian atas

Dosis dewasa: 50 mg, dengan dosis lanjutan 0,125-0,25 mg/kgBB per jam, kemudian dialihkan ke dosis 150 mg diminum 2x per hari.

Dosis anak: 1 mg/kgBB (maksimal 50 mg) selama 2 menit. 

  1. Hipersekresi

Dosis dewasa: 1 mg/kgBB per jam sebagai dosis awal. Bisa dinaikkan menjadi 0,5 mg/kgBB per jam setelah 4 jam apabila dibutuhkan.

Cara Penyimpanan Ratinal

Simpan di bawah 25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Jaga Kesehatan Lambung dengan Cara Ini

Efek Samping Ratinal

Efek samping yang dapat muncul selama penggunaan Ratinal, yaitu:

  • Mual muntah.
  • Sembelit.
  • Nyeri perut.
  • Malaise (lemas).
  • Pusing.
  • Vertigo.
  • Insomnia.
  • Halusinasi.
  • Sakit kepala.
  • Ruam kulit.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Ratinal pada orang yang memiliki indikasi porfiria.

Artikel Lainnya: 5 Pantangan Makanan untuk Penderita Sakit Lambung

Interaksi Obat

Penggunaan Ratinal dengan obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan interaksi, seperti:

  • Mengurangi bioavailabilitas dengan antasid.
  • Menimbulkan interaksi dengan antikoagulan kumarin, diazepam, teofilin, dan propanolol.
  • Memengaruhi absorpsi obat yang tergantung pH.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Studi pada binatang tidak menunjukkan risiko janin. Namun, penelitian pada wanita hamil masih sangat terbatas.

Peringatan Menyusui

Ranitidine terserap ke dalam ASI. Sebelum menggunakan obat, harap berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. 

Artikel
    Penyakit Terkait