Sukses

Pengertian Raost

Raost merupakan salah satu Sediaan Kaplet yang mengandung Kalium Diklofenak, obat ini diproduksi oleh Pyridam Farma. Raost Kaplet digunakan untuk membantu mengurangi nyeri, gangguan inflamasi (radang), dismenore (nyeri haid), nyeri ringan sampai sedang pasca operasi khususnya ketika pasien juga mengalami peradangan. Raost bekerja sebagai menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa yang dilepas tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta inflamasi, sehingga mengurangi rasa sakit dan inflamasi.

Keterangan Raost

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS)
  • Kandungan: Kalium Diklofenak
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet
  • Farmasi: Pyridam Farma.

Kegunaan Raost

Raost digunakan untuk membantu mengurangi nyeri ringan hingga berat dan menurangi peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Raost

Dosis dan Cara Penggunaan Raost, harus dengan Resep Dokter:

  • Reumatoid artritis: 3 - 4 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg.
  • Ankilosing spondilitis: 4 kali sehari 25 mg ditambah 25 mg saat akan tidur.
  • Osteoartritis: 2 - 3 kali sehari 50 mg atau 2 kali sehari 75 mg.

Efek Samping Raost

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Raost, yaitu:

  • Perut kembung.
  • Sering bersendawa.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sakit perut.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Raost pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitive atau reaksi alergi terhadap Kalium Diklofenak
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung, perokok, tekanan darah tinggi, asma, gangguan pada hati, gangguan pada ginjal, anemia (kekurangan sel darah merah), gangguan pembekuan darah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Raost yaitu Warfarin, heparin, dexamethasone, prednisone, captopril, enalapril, furosemide, dan hydrochlorothiazide.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Raost ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait