Sukses

Pengertian Ranivel

Ranivel adalah sediaan obat yang di produksi oleh Novell Pharmaceutical Lab. Ranivel mengandung Ranitidin HCl yang diindikasikan untuk mengobati tukak duodenum, tukak lambung, gejala gastroesofagitis refluks, terapi pemeliharaan untuk tukak duodenum, dan tukak lambung setelah penyembuhan tukak akut. Pengobatan kondisi hipersekresi patologis misalnya, sindrom Zollinger-Ellison dan mastositosis sistemik (gangguan aktivasi sel mast karena jumlah sel-sel mast (mastosit) dan prekursor sel mast CD34+ yang terlalu banyak).

Keterangan Ranivel

  1. Ranivel Tablet 
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antireflux dan Antiulceran
    • Kandungan: Ranitidin HCl 150 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab.
    • Harga: Rp60.000 - Rp95.000/ Strip
  2. Ranivel Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antireflux dan Antiulceran
    • Kandungan: Ranitidin HCl 75 mg/ 5 ml
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Dus, Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab.
    • Harga: Rp75.000 - Rp90.000/ Botol
  3. Ranivel Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antireflux dan Antiulceran
    • Kandungan: Ranitidin HCl 25 mg/ ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Dus, 5 Ampul @ 2 ml
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab.
    • Harga: Rp15.000 - Rp25.000/ Ampul

Kegunaan Ranivel

Ranivel digunakan untuk mengobati tukak usus 12 jari, tukak lambung, gejala refluks gastroesofagitis, terapi pemeliharaan tukak duodenum & lambung setelah penyembuhan tukak akut, dan pengobatan kondisi hipersekresi lambung.

Dosis & Cara Penggunaan Ranivel

Ranivel merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Ranivel Tablet dan Injeksi
    Dewasa
    • Tukak usu 12 jari: dosis 150 mg diberikan 2 kali sehari atau dosis 300 mg diberikan sekali sehari selama 4-8 minggu.
    • Tukak lambung: dosis 150 mg diberikan 2 kali sehari selama 2 minggu.
    • Terapi pemeliharaan tukak lambung dan usus 12 jari: dosis 150 mg diberikan pada malam hari sebelum tidur.
    • Pengobatan kondisi hipersekresi patologis misalnya sindrom Zollinger-Ellison & mastositosis sistemik; GERD: dosis 150 mg diberikan 2 kali sehari.
    • Penyakit berat: diberikan dosis hingga 6 g/hari.
    • Esofagitis erosif: dosis 150 mg diberikan 4 kali sehari.
    • Pemeliharaan & pengobatan: dosis 150 mg diberikan 2 kali sehari.
    • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal CrCl <50 mL/menit: diberikan dosis 150 mg/hari, dapat disesuaikan dengan jarak pemberian setiap 12 jam.
  2. Ranivel Sirup
    • Ulkus peptikum
      • Anak-anak: dosis 2-4 mg/kg berat badan diberikan 2 kali sehari selama 4-8 minggu. Maksimal dosis: 300 mg setiap hari.
    • GERD
      • Anak-anak: dosis 2-4 mg/kg berat badan diberikan 2 kali sehari selama 8-12 minggu. Maksimal dosis: 300 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Ranivel

Efek samping penggunaan Ranivel yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Diare
  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Ginekomastia (pembesaran kelenjar payudara)
  • Impotensi (disfungsi ereksi)
  • Hilangnya libido pada pria dewasa

Kontraindikasi
Tidak diberikan kepada orang yang pernah mengalami keluhan porfiria akut.

Interaksi Obat
Ranivel akan berinteraksi ika diberikan bersam dengan Warfarin.

Kategori Kehamilan
Kategori B: Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Ranitidine dapat terserap ke dalam ASI sehingga penggunaan pada wanita menyusui sebaiknya atas persetujuan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait