Sukses

Pengertian Ranicho

Ranicho mengandung ranitidine digunakan untuk menangani gejala dan penyakit akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Ranicho merupakan obat yang digunakan untuk terapi pengobatan tukak lambung, tukak duodenum, hiperasiditas (Hiperasiditas adalah sekresi berlebihan dari asam klorida (HCl) pada lambung, menyebabkan terjadinya erosi pada dinding lambung), gastritis (Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung), refluks esofagitis (Refluks esofagus adalah masuknya kembali makanan yang sudah beradadalam perut, ke dalam kerongkongan bagian bawah).

Keterangan Ranicho

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antasida dan antireflux
  • Kandungan: Ranitidine 75 mg/5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Nicholas Laboratories

Kegunaan Ranicho

Ranicho digunakan untuk menangani gejala dan penyakit akibat produksi asam lambung yang berlebihan.

Dosis & Cara Penggunaan Ranicho

Ranicho merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ranicho juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Tukak duodenum: 2 kali sehari 150 mg (10 mL) selama 4-8 minggu, pemeliharaan 1 kali sehari 150 mg (10 mL) sebelum tidur malam.
  • Tukak lambung: 2 kali sehari 150 mg (10 mL) selama 2 minggu, pemeliharaan 1 kali sehari 150 mg (10 mL) sebelum tidur malam.
  • Esofagitis erosif: 4 kali sehari 150 mg (10 mL).
  • Refluks esofagitis: 2 kali sehari 150 mg (10 mL).
  • Sindrom zollinger-ellison: awal 3 kali sehari 150mg (10 mL) kemudian 2 kali sehari 150 mg (10 mL).

Efek Samping

  1. Diare.
  2. Muntah
  3. Sakit kepala.
  4. Insomnia (Sulit tidur).
  5. Vertigo (Pusing berputar).
  6. Ruam Kulit.
  7. Konstipasi (Sulit buang air beda).
  8. Sakit perut.


Kontraindikasi

Hindari pemberian pada pasien porfiria (Kelainan darah).

Interaksi Obat
Ranitidin dapat menghambat metabolisme antikoagulan coumarin, teofilin, diazepam, dan propanolol di dalam organ hati.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Radin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait