Sukses

Pengertian Rancus

Rancus merupakan sediaan obat berbentuk tablet yang di produksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana. Sediaan obat ini mengandung Ranitidin HCl yang diindikasikan untuk tukak lambung jinak dan pasca operasi tukak, tukak yang timbul akibat pemakain obat anti inflamasi non steroid, Sindrom Zollinger-Ellison, pengobatan profilaksis ulkus stres dan kasus berat. Mekanisme kerja obat rancus adalah bekerja secara kompetitif memblokir histamin pada reseptor H2 sel parietal lambung yang menghambat sekresi asam lambung. Mekanisme kerja obat ini tidak mempengaruhi sekresi pepsin, sekresi faktor intrinsik yang distimulasi pentagastrin atau gastrin serum.

Keterangan Rancus

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antasida, Agen Antireflux dan Antiulceran
  • Kandungan : Ranitidin HCl
  • Bentuk : Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 10 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi : Mersifarma Tirmaku Mercusana.

Kegunaan Rancus

Rancus diindikasikan untuk mengobati luka lambung atau usus.

Dosis & Cara Penggunaan Rancus

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Ulkus Gaster Jinak, Ulkus Pasca Operasi, dan Ulkus Terkait Obat Anti Inflamasi Non Steroid
Dewasa: 2 x sehari 1-2 tablet sebelum tidur.
Dosis pemeliharaan: 1 tablet sebelum tidur.
Lama pengobatan: Ulkus gaster jinak dan ulkus pasca operasi 4 minggu. Ulkus terkait obat anti inflamasi non steroid 8-12 minggu.

Ulkus Duodenum
2 x sehari 2 tablet selama 4 minggu.

Sindrom Zollinger-Ellison
3 x sehari 1 tablet tingkatkan dosis hingga maksimal 6 g setiap hari.

Pengobatan Profilaksis Ulkus Stres dan Kasus Berat
2 x sehari 1 tablet.

Efek Samping Rancus

Efek Samping:
Sakit kepala, badan lemas, pusing, sembelit, mual, sakit perut, dan ruam kulit.

Kontraindikasi: -

Interaksi Obat:
Mengurangi ekskresi warfarin, procainamide, N-acetyl procainamide, meningkatkan penyerapan midazolam tetapi mengurangi penyerapan cobalamin.

Kategori Kehamilan:
Kategori B: Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait