Sukses

Pengertian Ranacid Forte

Ranacid Forte Tablet merupakan tablet kunyah yang diproduksi oleh PT. Rama Emerald Multi Sukses. Ranacid Forte mengandung Magnesium Hidroksida, Aluminium Hidroksida dan Dimethylpolysiloxane. Obat ini bekerja dengan menetralkan asam lambung, sehingga dapat mengurangi efek nyeri pada lambung yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung yang mengiritasi lambung. Sedangkan Dimethylpolysiloxane berguna untuk mengurangi busa agar rasa kembung dapat berkurang juga. Ranacid mengandung 3 kombinasi obat yang biasa digunakan untuk pengeluaran asam lambung berlebih, tukak lambung, tukak duodenum.

Keterangan Ranacid Forte

  • Golongan : Obat Bebas
  • Kelas Terapi : Batuk Pilek
  • Kandungan : Magnesium Hidroksida, Aluminium Hidroksida dan Dimethylpolysiloxane
  • Bentuk : Kaplet kunyah
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kaplet kunyah
  • Farmasi : PT. Rama Emerald Multi Sukses

Kegunaan Ranacid Forte

Ranacid mengandung 3 kombinasi obat yang biasa digunakan untuk pengeluaran asam lambung berlebih, tukak lambung, tukak duodenum.

Dosis & Cara Penggunaan Ranacid Forte

Ranacid Forte merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Bebas, sehingga pada setiap pembelian nya tidak harus menggunakan resep Dokter:

Dewasa: 1 - 2 tablet 3 - 4 kali sehari.
Anak usia 6 - 12 tahun: 1/2 - 1 tablet 3-4 kali sehari.

Efek Samping Ranacid Forte

Efek samping
Efek samping antasida jarang terjadi. Efek samping penggunaan obat ini dapat berupa:
1. Diare
2. Perut kembung
3. Mual dan muntah
4. Kram perut
5. Sembelit

Kontraindikasi
Hipersensitif. Gangguan ginjal.

Interaksi Obat
Cimetidine & tetracycline.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ranacid Forte ke dalam kategori A dengan penjelasan sebagai berikut :

Studi pada manusia yang memadai dan terkendali dengan baik tidak menunjukkan risiko pada janin pada trimester pertama kehamilan (dan tidak ada bukti risiko pada trimester kemudian). Ranacid Forte tidak diserap secara sistemik melalui pemberian secara oral. Untuk bisa memberikan efek terhadap janin, suatu obat harus terserap sistemik untuk melewati plasenta dan mencapai janin.

Artikel
    Penyakit Terkait