Sukses

Pengertian Ramipril

Ramipril OGB Dexa merupakan obat yang di produksi oleh Dexa Medica. Obat ini tersedia dalam Ramipril kaplet 2.5 mg dan ramipril kaplet 5 mg. Obat ini adalah secara kompetitif menghambat ACE dari mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II (vasokonstriktor kuat) yang mengakibatkan peningkatan aktivitas renin plasma dan mengurangi sekresi aldosteron (hormon yang menyebabkan air dan retensi Na). Mempromosikan vasodilatasi sehingga menghasilkan efek hipotensi dan efek menguntungkan pada gagal jantung kongesif.

Keterangan Ramipril

  • Ramipril Kaplet 2.5 mg
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : ACE Inhibitor / Penghambat Renin Langsung
  • Kandungan : Ramipril
  • Bentuk : Kaplet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi : Dexa Medica.
  • Ramipril Kaplet 5 mg
  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : ACE Inhibitor / Penghambat Renin Langsung
  • Kandungan : Ramipril
  • Bentuk : Kaplet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi : Dexa Medica.

Kegunaan Ramipril

Ramipril OGB Dexa diindikasikan untuk Gagal jantung, hipertensi, pasca Infark miokard, mencegah kejadian kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi.

Dosis & Cara Penggunaan Ramipril

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Hipertensi
Dewasa
Dosis awal: 2.5 mg 1 x sehari, di minum pada waktu menjelang tidur.
Dosis pemeliharaan: 2.5-5 mg setiap hari sebagai dosis tunggal, hingga 10 mg / hari sesuai kebutuhan.

Gagal Jantung
Dewasa
Dosis awal: 1.25 mg 1 x sehari. Maksimal: 10 mg / hari.
Dosis ≥ 2.5 mg dapat diberikan dalam dosis tunggal atau 2 dosis terbagi.

Pasca Infark Miokard
Dewasa
Dosis awal: 2.5 mg, dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg setelah 2 hari. Mulai pengobatan: 3-10 hari setelah infark. Dosis pemeliharaan: 2.5-5 mg.

Profilaksis Kejadian Kardiovaskular pada Pasien Berisiko Tinggi
Dewasa
Dosis awal: 2.5 mg 1 x sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg 1 x sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi. Dosis pemeliharaan: 10 mg 1 x sehari setelah 3 minggu berikutnya.

Efek Samping Ramipril

Efek Samping:
Angioedema (pembengkakan dibawah kulit) pada wajah dan lidah; angioedema usus. Penyakit kuning kolestatik. Asthenia / kelelahan, sakit kepala, pusing, hipotensi, batuk persisten dan tidak produktif, sinkop (kehilangan kesadaran sementara ), mual, muntah, vertigo, fungsi ginjal abnormal, dan diare. Hiperkalemia (kadar kalium dalam darah lebih tinggi dari normal). Anemia, neutropenia / agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit), pansitopenia, leukopenia (jumlah leukosit darah kurang dari normal), trombositopenia (jumlah trombosit dalam darah kurang dari normal). Meningkatkan kadar BUN dan kreatinin serum.
Berpotensi Fatal: Reaksi anafilaksis berat dan angioedema. Jarang, nekrosis hati.

Kontraindikasi:
Riwayat angioedema (herediter, idiopatik atau karena angioedema sebelumnya dengan / ACE inhibitor. Penggunaan bersama dengan aliskiren pada pasien dengan / diabetes atau gangguan ginjal. Kehamilan dan laktasi.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan efek hipotensi jika digunakan bersamaan dengan diuretik dan antihipertensi lainnya. Dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal jika digunakan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid. Dapat meningkatkan kadar serum dan toksisitas lithum. Dapat meningkatkan efek hiperkalemia dengan diuretik dan suplemen K-sparing.
Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan aliskiren dapat meningkatkan risiko hiperkalemia, hipotensi, dan nefrotoksisitas pada pasien dengan diabetes atau gangguan ginjal.

Kategori Kehamilan:
Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Artikel
    Penyakit Terkait