Sukses

Penjelasan Singkat Ramipril

Anda menderita hipertensi dan diresepkan Ramipril oleh dokter? Apa itu Ramipril? Cek penjelasan lengkap mengenai obat tersebut di sini.

Obat Ramipril, Serangan Jantung

Golongan Obat Keras (Perlu Resep Dokter)
Kategori Obat Antidiabetik kelompok Penghambat ACE (ACE inhibitor)
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Tablet
Ramipril untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia. Obat bisa digunakan dalam kondisi darurat, dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk ibu hamil.

Peringatan Menyusui: Mungkin diekskresikan dalam ASI; tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Merek Dagang Ramipril

Tablet: Triatec, Hyperil, Tenapril, Emerten, Vivace

Pengertian Ramipril

Ramipril adalah obat yang termasuk dalam kelompok Penghambat ACE (ACE inhibitor). 

Dokter mungkin akan meresepkan obat ini untuk Anda yang memiliki tekanan darah tinggi.

Obat ini bekerja dengan menghambat ACE (angiotensin converting enzyme) untuk mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II.

Angiotensin II merupakan zat yang membuat pembuluh darah menyempit (vasokonstriktor).

Jika Angiotensin II tidak terbentuk, pembuluh darah menjadi lebih lebar sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.

Tak hanya digunakan dalam terapi hipertensi, Ramipril tablet juga dapat digunakan dalam terapi kondisi lainnya. 

Apa sajakah itu? Baca selengkapnya dalam ulasan ini.

Artikel Lainnya : Kebal Obat Hipertensi, Awas Kena Hipertensi Resisten

Keterangan Ramipril

  • Golongan: obat keras
  • Kelas Terapi: ACE Inhibitor/Penghambat Renin Langsung
  • Kandungan: Ramipril 2.5 mg; Ramipril 5 mg; Ramipril 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Dexa Medica; Phapros; Novell Pharmaceutical Lab 
  • Harga Ramipril 2.5 mg: Rp3.000 - Rp8.000/strip
  • Harga Ramipril 5 mg: Rp4.000 - Rp13.000/strip
  • Harga Ramipril 10 mg: Rp9.000 - Rp21.000/strip

Kegunaan Ramipril

Ramipril digunakan untuk terapi pada kondisi-kondisi berikut:

  • Hipertensi
  • Gagal jantung kongestif
  • Gagal jantung setelah infark miokard
  • Nefropati diabetik dan non diabetik

Ramipril juga digunakan untuk mencegah penyakit jantung pada pasien yang berisiko tinggi.

Artikel Lainnya : Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi Alami dan Efektif

Dosis dan Aturan Pakai Ramipril

Tujuan: Hipertensi

Bentuk: Tablet

  • Dewasa
    Dosis awal: 2.5 mg 1 kali sehari, diminum pada waktu menjelang tidur.
    Dosis pemeliharaan: 2.5-5 mg setiap hari sebagai dosis tunggal, hingga 10 mg/hari sesuai kebutuhan.

Tujuan: Hipertensi pada pasien dengan gangguan ginjal

Bentuk: Tablet 

  • Dosis awal 1,25 mg, sekali sehari. Kemudian dosis ditingkatkan hingga tekanan darah terkontrol atau hingga dosis total maksimum 5 mg per hari.

Tujuan: Gagal jantung kongestif

Bentuk: Tablet

  • Dewasa
    Dosis awal: 1.25 mg, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan: 10 mg per hari, dalam 2 dosis terbagi.

Tujuan: Gagal jantung pada pasien dengan gangguan ginjal

Bentuk: Tablet

  • Dosis awal 1,25 mg, sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1,25 mg 2 kali sehari hingga mencapai dosis maksimum 2,5 mg, 2 kali sehari tergantung pada respon klinis dan toleransi pasien.

Tujuan: Gagal jantung setelah infark miokardium

Bentuk: Tablet 

  • Dosis awal: 2,5 mg, 2 kali sehari, jika terjadi hipotensi dosis dikurangi menjadi 1,25 mg, 2 kali sehari.

Tujuan: Mencegah Penyakit Jantung pada Pasien Berisiko Tinggi

Bentuk: Tablet

  • Dewasa
    Dosis awal: 2.5 mg, 1 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg 1 kali sehari setelah 2-3 minggu jika ditoleransi. Dosis pemeliharaan: 10 mg 1 kali sehari.

Tujuan: Nefropati diabetik dan non diabetik

Bentuk: Tablet

  • Dewasa

Dosis awal: 1.25 mg, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan: 5 mg, 1 kali sehari. Disesuaikan dengan respons dan toleransi pasien.

Artikel Lainnya: Menyingkap Manfaat Kencur untuk Hipertensi

Cara Menggunakan Ramipril

Ikuti petunjuk penggunaan yang sudah dijelaskan oleh dokter atau apoteker. Jangan mengurangi atau bahkan menambah dosis.

Ramipril dapat dikonsumsi dengan makanan atau tanpa makanan. Telan tablet secara utuh dengan air putih. 

Cobalah untuk mengonsumsinya pada jam yang sama tiap hari agar tidak terlupa.

Jika terlupa, segera minum obat saat ingat. 

Namun jika Anda baru ingat ketika sudah dekat dengan jadwal minum obat selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa.

Anda tidak disarankan minum 2 tablet sekaligus untuk menggantikan dosis yang terlupa.

Ramipril harus dikonsumsi rutin agar mendapatkan hasil yang efektif. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini kecuali atas saran dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan Ramipril pada suhu ruangan, di bawah 30 derajat Celcius. Letakkan pada tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Efek Samping Ramipril

Efek samping penggunaan Ramipril yang mungkin terjadi adalah:

  • Angioedema (pembengkakan di bawah kulit) pada wajah dan lidah; angioedema usus
  • Penyakit kuning kolestatik
  • Asthenia/kelelahan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sinkop (kehilangan kesadaran sementara)
  • Hiperkalemia (kadar kalium dalam darah lebih tinggi dari normal)
  • Neutropenia/agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
  • Leukopenia (jumlah leukosit darah kurang dari normal)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit dalam darah kurang dari normal)
  • Meningkatkan kadar BUN dan kreatinin serum
  • Reaksi anafilaksis

Jika Anda salah satu efek samping di atas menetap atau bahkan memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. 

Artikel Lainnya: Garam Khusus bagi Penderita Hipertensi Baik untuk Kesehatan?

Overdosis

Overdosis Ramipril dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Pembesaran pembuluh darah perifer yang berlebihan (misalnya hipotensi berat, syok)
  • Detak jantung lambat
  • Gangguan elektrolit
  • Gagal ginjal

Penting untuk selalu memperhatikan dosis yang sudah dianjurkan dokter untuk Anda. 

Jika terjadi overdosis, segera bawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Ramipril pada kondisi berikut.

  • Alergi atau hipersensitif terhadap Ramipril atau obat ACE inhibitor lainnya.
  • Riwayat angioedema (herediter, idiopatik atau angioedema karena penggunaan obat ACE inhibitor sebelumnya).
  • Penggunaan bersama dengan aliskiren pada pasien diabetes atau gangguan ginjal.
  • Kehamilan dan laktasi.

Interaksi Ramipril dengan obat lain

Obat-obat berikut ini berisiko menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan Ramipril:

  • Diuretik dan antihipertensi lainnya: dapat meningkatkan efek hipotensi.
  • Obat antiinflamasi non-steroid: dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal
  • Lithium: gejala toksisitasnya dapat meningkat
  • Aliskiren: dapat meningkatkan risiko hiperkalemia, hipotensi, dan nefrotoksisitas pada pasien dengan diabetes atau gangguan ginjal.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama yang tercantum di atas, beritahukan dokter. 

Dokter mungkin akan melakukan penyesuaian dosis atau merekomendasikan obat lainnya yang lebih tepat untuk Anda.

Artikel Lainnya: Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi

Peringatan dan Perhatian

Beritahukan dokter jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • kondisi-kondisi yang tercantum pada kontraindikasi
  • hipertensi berat
  • penyakit ginjal
  • penyakit hati
  • penyakit sistem kekebalan yang memengaruhi kolagen, misalnya lupus eritematosus sistemik (penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan)
  • diabetes yang tidak terkontrol
  • kadar natrium yang rendah dalam darah atau kehilangan cairan yang disebabkan oleh diuretik, diare, atau muntah
  • hiperaldosteronisme (kekurangan hormon yang disebut aldosteron), serta
  • hamil dan menyusui

Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beritahu petugas medis bahwa Anda sedang minum Ramipril.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Ramipril ke dalam Kategori D. 

Artinya, ada bukti positif risiko pada janin manusia. Obat golongan ini hanya bisa digunakan bumil pada kondisi darurat. 

Misalnya, ketika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa, tetapi obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif.

Peringatan Menyusui

Ramipril memiliki kemungkinan untuk diekskresikan dalam ASI. Obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Jika ibu menyusui harus mengonsumsi obat ini, maka pemberian ASI harus dihentikan. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Artikel Lainnya: Penderita Diabetes dan Hipertensi Harus Hati-Hati dengan Daun Kelor

Penyakit Terkait Ramipril

Rekomendasi Obat Sejenis Ramipril

Jangan ketinggalan info kesehatan lainnya. Yuk, unduh aplikasi KlikDokter sekarang. Gratis, lho!

(HNS/AYU)

Terakhir diperbaharui: 21 Desember 2021

Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Referensi:

MIMS Indonesia (2021). Ramipril.

E-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) (2021). Ramipril.

MedlinePlus (2021). Ramipril.

Pusat Informasi Obat Nasional (2021). Ramipril.

Artikel
    Penyakit Terkait