Sukses

Pengertian Racef

Racef serbuk injeksi merupakan obat yang di produksi oleh Otto Pharmaceuticasl Inds. Obat ini mengandung Ceftriaxone Disodium yang diindikasikan untuk Infeksi yang rentan, Profilaksis infeksi bedah, gonore yang tanpa komplikasi. Mekanisme obat ini adalah berikatan dengan 1 atau lebih dari protein pengikat penisilin (PBPs) yang menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan menahan rakitan dinding sel yang mengakibatkan kematian sel bakteri.

Keterangan Racef

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik Sefalosporin
  • Kandungan : Ceftriaxon Disodium
  • Bentuk : Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan : Vial
  • Kemasan : Dus, 1 Vial @ 1 gram + 1 Ampul @ 10 ml
  • Farmasi : Otto Pharmaceuticasl Inds.

Kegunaan Racef

Racef serbuk injeksi diindikasikan untuk Infeksi yang rentan, dan pencegahan infeksi saat pembedahan.

Dosis & Cara Penggunaan Racef

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Intra Muscular
Gonore Tanpa Komplikasi
Dewasa: 250-500 mg sebagai dosis tunggal.

Parenteral
Profilaksis Infeksi Bedah
Dewasa: 1 atau 2 g dapat diberikan 30 menit hingga 2 jam sebelum operasi melalui injeksi intra muskular atau injeksi intra vena lambat setidaknya 2-4 menit.

Infeksi yang Rentan
Dewasa: 1 g 1 x sehari melalui injeksi intra muskular atau injeksi intra vena lambat selama setidaknya 2-4 menit, infus intra vena intermiten selama setidaknya 30 menit, dosis ditingkatkan menjadi 2-4 g setiap hari sebagai dosis tunggal pada infeksi berat.

Anak Usia ≤ 12 tahun: 20-50 mg / kg 1 x sehari dosis ditingkatkan menjadi 80 mg / kg pada infeksi berat. Dosis ≥50 mg / kg harus diberikan sebagai infus intravena selama minimal 30 menit. Maksimal: 50 mg / kg setiap hari melalui infus intravena selama 60 menit (neonatus).

Efek Samping Racef

Efek Samping:
Diare, mual, muntah
Neutropenia (kadar neutrofil kurang dari normal.
Eosinofilia (rasio eosinofil lebih dari normal).
Anemia.
Ruam.
Gatal seluruh tubuh.
Demam, menggigil.
Peningkatan konsentrasi serum AST, ALT, BUN.
Reaksi lokal (misalnya: nyeri, indurasi, nyeri tekan di tempat injeksi).
Jarang, pankreatitis, hipoprothrombinaemia (kadar protrombin kurang dari normal).
Berpotensi fatal: Anafilaksis (reaksi alergi berat), diare dan kolitis yang berhubungan dengan Clostridium difficile, anemia hemolitik.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap seftriakson atau sefalosporin lainnya. Bayi baru lahir <41 minggu usia kehamilan terkoreksi.
Bayi baru lahir > 41 minggu terkoreksi usia kehamilan dengan ikterus.
Pengobatan secara bersamaan dengan IV Ca (termasuk TPN yang mengandung Ca) pada bayi baru lahir > 41 minggu usia kehamilan.

Interaksi Obat:
Dapat meningkatkan nefrotoksisitas aminoglikosida. Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid, Na picosulfate. Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vit K (misalnya: Warfarin). Dapat meningkatkan kadar serum dengan probenesid.

Kategori Kehamilan:
ategori B : Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait