Sukses

Pengertian Quinobiotic

Quinobiotic merupakan obat yang mengandung Ciprofloxacin sebagai zat aktifnya.Ciprofloxacin adalah obat yang merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri secara luas dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Quinobiotic digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih termasuk prostatitis (Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat), infeksi saluran cerna, termasuk demam thyfoid (demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi dan umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi) dan parathyfoid, saluran nafas.

Keterangan Quinobiotic

  1. Quinobiotic Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Pharos Indonesia PT
  2. Quinobiotic Infus
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 2 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Infus
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan : Vial @ 100 mL
    • Farmasi: Pharos Indonesia PT

Kegunaan Quinobiotic

Quinobiotic untuk mengobati infeksi bakteri secara luas dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Quinobiotic

Quinobiotic merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Quinobiotic juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Infeksi pada sistem pencernaan
    Terkomplikasi: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
  2. Infeksi saluran kemih
    Akut dan tidak terkomplikasi: 250 mg/12 jam, dengan durasi 3 hari
    Ringan/sedang: 250 mg/12 jam dengan durasi 1-2 minggu
    Parah/terkomplikasi: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
  3. Infeksi tulang dan sendi
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 4-6 minggu
    Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 4-6 minggu
  4. Sinusitis akut
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 10 hari
  5. Anthrax
    Dosis: 500 mg/12 jam, dengan durasi 2 bulan
  6. Prostatitis kronis akibat bakteri
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 4 minggu
    Infeksi saluran pernapasan bawah
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
    Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
  7. Infeksi kulit
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
    Parah/terkomplikasi: 750 mg/12 jam, dengan durasi 1-2 minggu
  8. Tifus
    Ringan/sedang: 500 mg/12 jam, dengan durasi 10 hari
    Infeksi bakteri gonokokus
    Tanpa komplikasi: 250 mg (hanya diminum sekali).

 

Efek Samping Quinobiotic

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Quinobiotic antara lain Mual, diare, pusing, sakit kepala, Mialgia (nyeri otot), Peningkatan tekanan intrakranial, atau kesulitan tidur.

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau kuinolon lainnya.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan tizanidine.
  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat atau risiko perpanjangan QT.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko interval QT yang berkepanjangan jika diberikan bersamaan dengan obat Kelas IA (misalnya: Quinidine, procainamide) dan Kelas III (misalnya: Amiodarone, sotalol) antiaritmia, TCA, makrolida (misalnya: Erythromycin), cisapride, antipsikotik.
  • MeningkatKan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Meningkatkan risiko kejang jika diberikan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid.
  • Dapat mengubah konsentrasi fenitoin dalam serum.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan vit K, warfarin.
  • Meningkatkan kreatinin serum jika diberikan bersamaan dengan siklosporin.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum dan toksisitas metotreksat; Substrat CYP1A2 (misalnya: Clozapine, ropinirole, theophilin); turunan xanthine (misalnya: kafein, pentoxifylline).
  • Meningkatkan risiko gangguan tendon jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.
  • Mengurangi penyerapan oral jika diberikan bersamaan dengan produk yang mengandung kation multivalen (misalnya: Al, Ca, Mg, Fe).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Quinobiotic ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait