Sukses

Pengertian Qlaira

Qlaira adalah alat kontrasepsi (obat pencegah kehamilan) oral yang diproduksi oleh Bayer. Qlaira mengandung estradiol valerate dan dienogest yang merupakan bentuk hormon sintesis wanita dari esterogen dan progesteron. Qlaira bekerja dengan mengubah siklus menstruasi wanita. Kontrasepsi hormonal memanipulasi kadar hormon sehingga sel telur tidak keluar dan menjadi lebih sulit dibuahi oleh sel sperma. Selain itu, konratrasepsi hormonal juga meningkatkan kualitas lapisan dinding rahim, sehingga menyebabkan menstruasi yang lebih ringan, mengurangi nyeri saat siklus menstruasi, dan lebih teratur. Oleh sebab itu, kontrasepsi oral sering diberikan untuk pasien yang menderita menstruasi tidak teratur, terlalu sakit, atau terlalu berat.

Keterangan Qlaira

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral
  • Kandungan: Dienogest dan estradiol valerate
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 28 tablet
  • Farmasi: Bayer Indonesia
  • Harga: Rp305.000 - Rp367.000/ Box

Kegunaan Qlaira

Qlaira digunakan sebagai obat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

Dosis & Cara Penggunaan Qlaira

Qlaira merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Qlaira juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan.

Dosis: 1 tablet sehari; sesuai dengan urutan yang tertera pada kemasan, dimulai dari hari pertama menstruasi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Qlaira

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Qlaira adalah:

  • Sakit kepala, termasuk migrain
  • Sakit perut
  • Jerawat
  • Tidak ada menstruasi, menstruasi yang menyakitkan, perdarahan tidak teratur, bercak atau keluarnya cairan
  • Nyeri payudara
  • Perubahan berat
  • Perubahan suasana hati, termasuk depresi
  • Masalah tidur
  • Libido menurun
  • Mual
  • Kelelahan

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien dengan kondisi:

  • Adanya atau riwayat kejadian trombotik/tromboemboli vena atau arteri (misalnya vena dalam), trombosis, emboli paru, infark miokard) atau kecelakaan serebrovaskular.
  • Adanya atau riwayat tanda prodromal trombosis (misalnya serangan iskemik transien, angina pectoris).
  • Riwayat migrain dengan gejala neurologis fokal.
  • Diabetes mellitus dengan keterlibatan vaskular.
  • Adanya faktor risiko berat atau multipel untuk trombosis vena atau arteri.
  • Pankreatitis atau riwayatnya jika berhubungan dengan hipertrigliseridemia berat.
  • Adanya atau riwayat penyakit hati selama nilai fungsi hati belum kembali kenormal.
  • Adanya atau riwayat tumor hati (jinak atau ganas).
  • Keganasan yang diketahui atau diduga dipengaruhi steroid seks (misalnya organ genital atau payudara) atau riwayat keluarga.
  • Pendarahan vagina yang tidak terdiagnosis.
  • Diketahui atau diduga hamil.
  • Hipersensitif terhadap zat aktif atau salah satu eksipien.

Interaksi Obat

  • Induktor CYA1A2 dan CYP3A4 menghambat kinerja obat ini.
  • Meningkatkan efek Hidrokortisan dan Prednisolone
  • Penggunaan bersama alkohol meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Qlaira ke dalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

Perhatian Menyusui
Qlaira dapat mengurangi kuantitas dan mengubah komposisi ASI. Penggunaan Qlaira tidak dianjurkan sampai ibu menyusui benar-benar menyapih anaknya.

Artikel
    Penyakit Terkait