Sukses

Pengertian Pyridoxine

Pyridoxine adalah sediaan obat generik dalam bentuk tablet dan injeksi yang diproduksi oleh First Medipharma, Marin Liza Farmasi, dan Ikapharmindo Putramas. Pyridoxine digunakan mengatasi anemia, mengobati dan mencegah kekurangan vitamin B6.

Keterangan Pyridoxine

  1. Pyridoxine Tablet
    • Golongan: Suplemen
    • Kelas Terapi: Vitamin B-Kompleks / dengan Vitamin C
    • Kandungan: Pyridoxine HCl 10 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip; Botol Plastik
    • Kemasan: Box, 10 Strip @10 Kaplet; Botol Plastik @ 100 Tablet
    • Farmasi: First Medipharma, Marin liza farmasi
  2. Pyridoxine Cairan Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Vitamin B-Kompleks / dengan Vitamin C
    • Kandungan: Pyridoxine HCl 100 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, 100 Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas

Merk dagang yang beredar di Indonesia
Liconam, Piridoksin.

Kegunaan Pyridoxine

Pyridoxine digunakan mengatasi anemia, mengobati dan mencegah kekurangan vitamin B6.

Dosis & Cara Penggunaan Pyridoxine

Pyridoxine Tablet termasuk dalam golongan vitamin dan suplemen, sehingga untuk pembeliannya dapat diperoleh di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

  1. Pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin B6
    • Dapat diberikan dosis 2-5 tablet, diminum hingga 3 kali sehari.
  2. Anemia Sideroblastik
    • Dapat diberikan dosis hingga 10-40 tablet (100-400 mg) per hari dalam dosis terbagi.

Pyridoxine Injeksi merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Pyridoxine Injeksi juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, serta penggunaannya perlu dibantu oleh tenaga medis profesional.

  1. Pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin B6
    • Dapat diberikan hingga dosis 150 mg setiap hari. Pemberian obat dapat disuntikkan melalui rute subkutan (melalui bawah kulit), intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah).
  2. Anemia Sideroblastik
    • Dapat diberikan hingga dosis 400 mg setiap hari. Pemberian obat dapat disuntikkan melalui rute subkutan (melalui bawah kulit), intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Pyridoxine

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Pyridoxine, antara lain mual, pusing, dan alergi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Pyridoxine pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif.

Artikel
    Penyakit Terkait