Sukses

Pengertian Pyravit

Pyravit adalah salah satu sediaan sirup dengan varian rasa jeruk yang mengandung Isoniazid dan Piridoksin, obat ini diproduksi oleh Galenium Pharmasia Lab. Pyrazid digunakan untuk mengobati dan mencegah tuberkulosis (TB). Isoniazid dikombinasikan dengan Pyridoxine, untuk mencegah terjadinya efek samping dari isoniazid yaitu kekurangan vitamin B6.

Keterangan Pyravit

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Tuberkulosis
  • Kandungan: INH 100 mg, Pyridoxine HCl 10 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 110 mL, 225 mL.
  • Farmasi: Galenium Pharmasia Lab.
  • Harga Pyravit 110 mL: Rp34.000 - Rp85.000/ Botol
    Harga Pyravit 225 mL: Rp50.000 - Rp95.000/ Botol

Kegunaan Pyravit

Pyravit digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit tuberkulosis paru.

Dosis & Cara Penggunaan Pyravit

Pyravit merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Terapi Pengobatan 
    • Dewasa: dosis 5-10 mg/kg berat badan/hari. Maksimal dosis: 300 mg/hari.
    • Anak: dosis 10-20 mg/kg berat badan/hari. Maksimal: 300 mg/hari. 
  2. Terapi Pencegahan
    • Dosis: 10 mg/kg berat badan/hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Pyravit

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Pyravit, yaitu:

  • Mual dan muntah.
  • Kejang
  • Kerusakan hati
  • Kelainan darah.
  • Reaksi kulit
  • Otot terasa lemas.
  • Tubuh terasa seperti kesemutan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Pyravit pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit hati.
  • Alergi terhadap Isoniazid.

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Pyravit:

  • Ketoconazole
  • Miconazole
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide
  • Disulfiram
  • Phenytoin
  • Phenobarb
  • Acetaminophen.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Pyravit ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait