Sukses

Pengertian Psoriderm

Psoriderm adalah sediaan obat dalam bentuk krim yang diproduksi oleh Erlimpex Indonesia. Psoriderm digunakan untuk pengobatan jangka pendek terhadap dermatosis yang resisten terhadap steroid lain yang kurang kuat potensinya, antara lain psoriasis, recalcitrant eczema, discoid lupus erythematosus, lichnen planus, serta inflamasi dan gatal-gatal dari penyakit kulit lain. 

Keterangan Psoriderm

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid topikal
  • Kandungan: Clobetasol propionate 0,5 mg
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 Gram
  • Farmasi: Erlimpex Indonesia
  • Harga: Rp12.000 - Rp25.000/ Tube

Kegunaan Psoriderm

Psoriderm digunakan sebagai pengobatan jangka pendek untuk mengobati peradangan pada kulit yang tidak dapat diobati dengan golongan obat steroid lain yang kurang kuat potensinya.

Dosis & Cara Penggunaan Psoriderm

Psoriderm merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter.

Oleskan Psoriderm pada kulit yang sakit sebanyak 1-2 kali sehari atau sesuai dengan petunjuk Dokter. Tidak dianjurkan pengobatan lebih dari 2 minggu berturut-turut dan maksimum dosis tidak lebih dari 50 gram per minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius. Jangan disimpan didalam lemari pendingin.

Efek Samping Psoriderm

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Rasa terbakar dan perih,
  • Iritasi
  • Gatal
  • Kulit kering
  • Hipopigmentasi (kurangnya pigmen melanin) 
  • Penipisan kulit

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Lesi kulit bakteri, jamur atau virus yang tidak diobati
  • Rosacea
  • Dermatitis perioral
  • Jerawat
  • Psoriasis plak
  • Anak-anak usia <1 tahun

Kategori Kehamilan
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak ada informasi yang tersedia mengenai keberadaan clobetasol dalam ASI atau efeknya pada bayi yang disusui atau pada produksi ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait