Sukses

Pengertian Prothyra

Prothyra adalah obat yang diproduksi oleh Sunthi Sepuri. Obat ini mengandung Medroxyprogesterone acetate yang diindikasikan untuk amenore (tidak menstruasi selama beberapa bulan) primer dan sekunder, endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah), perdarahan rahim, Penundaan haid, thyroid stimulating hormon.

Keterangan Prothyra

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron, dan Obat Sintetis Terkait
  • Kandungan: Medroxyprogesterone acetate 5 mg; Medroxyprogesterone acetate 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Sunthi Sepuri.
  • Harga: Rp47.000 - Rp137.000/ Strip

Kegunaan Prothyra

Prothyra diindikasikan untuk pasien yang memilki riwayat amenore (tidak menstruasi selama beberapa bulan) primer dan sekunder, endometriosis ( pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah), perdarahan rahim, Penundaan haid, Thyroid stimulating hormon.

Dosis & Cara Penggunaan Prothyra

Prothyra merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Amenore
    • Dosis: 5-10 mg / hari selama 5-10 hari.
  2. Perdarahan Uterus Disfungsional (DUB)
    • Dosis: 5-10 mg / hari selama 5-10 hari dimulai pada hari ke 16 atau 21 siklus menstruasi.
  3. Endometriosis
    • Dosis: 10 mg diminum 3 kali sehari selama 90 hari dimulai dari siklus menstruasi.
  4. Thyroid Stimulating Hormon
    • Dosis: 5 mg / hari dikombinasikan dengan estrogen konjugasi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Prothyra

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Depresi
  • Retensi cairan
  • Kelelahan
  • Susah tidur
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri payudara
  • Anoreksia (gangguan makan)
  • Ikterus kolestatik (warna plasma, kulit dan selaput lendir)
  • Berpotensi Fatal: Tromboflebitis (peradangan pada pembuluh darah vena) dan emboli paru (arteri pulmonalis mengalami penyumbatan).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Gangguan tromboemboli
  • Disfungsi hati berat
  • Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
  • Aborsi tidak lengkap
  • Karsinoma ketergantungan-hormon
  • Kehamilan

Interaksi Obat

  • Aminoglutethimide dan obat penginduksi enzim (misalnya. Karbamazepin, griseofulvin, fenobarbital, rifampisin, fenitoin) dapat mengurangi konsentrasi plasma sehingga mengurangi kemanjuran.
  • Langkah-langkah tambahan diperlukan ketika medroxyprogesterone digunakan untuk kontrasepsi

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prothyra ke dalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Perhatian Menyusui
Studi yang dipublikasikan melaporkan adanya Medroxyprogesterone acetate dalam ASI. Berhati-hatilah saat Medroxyprogesterone asetat diberikan kepada wanita menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait