Sukses

Pengertian Proterine

Proterin adalah obat yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutical. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan cairan injeksi. Proterin mengandung Isoxsuprine HCl yang diindikasikan untuk persalinan prematur, penyakit pembuluh darah perifer misalnya, arteriosclerosis obliterans (penyakit arteri oklusif yang paling jelas mempengaruhi aorta abdominalis dan arteri kecil dan menengah pada ekstremitas bawah) dan tromboangiitis obliterans (pembuluh darah berukuran kecil dan sedang di dalam lengan dan kaki terinfeksi dan membengkak). Mekanisme kerja obat ini adalah meningkatkan aliran darah otot dengan secara langsung mengendurkan otot polos pembuluh darah.

Keterangan Proterine

  1. Proterine Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat yang Bekerja pada Rahim
    • Kandungan: Isoxsuprine HCl 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 2 mL
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab.
    • Harga: Rp30.000 - Rp45.000/ Ampul
  2. Proterine Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat yang Bekerja pada Rahim
    • Kandungan: Isoxsuprine HCl 20 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical.
    • Harga: Rp62.000 - Rp70.000/ Strip

Kegunaan Proterine

Proterin diindikasikan untuk persalinan prematur; penyakit pembuluh darah perifer misalnya, arteriosclerosis obliterans (penyakit arteri oklusif yang paling jelas mempengaruhi aorta abdominalis dan arteri kecil dan menengah pada ekstremitas bawah) dan tromboangiitis obliterans (pembuluh darah berukuran kecil dan sedang di dalam lengan dan kaki terinfeksi dan membengkak).

Dosis & Cara Penggunaan Proterine

Proterin merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Proterin Injeksi
    • Persalinan Prematur
      • Dosis awal: 0,2-0,3 mg / menit melalui injeksi intra vena tingkatkan dosis hingga 0,5 mg / menit. Lanjutkan infus hingga 24 jam kemudian diikuti dengan 10 mg melalui intra muskular setiap 3 jam.
    • Gangguan Sirkulasi
      • Dosis: 20 mg 3-4 x sehari atau 10 mg melalui intra vena / intra arterial 3 x sehari.
  2. Proterin Tablet
    • Dewasa: dosis 10-20 mg diminum 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Proterine

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Takikardia (detak jantung lebih dari normal)
  • Kemerahan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Perdarahan arteri baru-baru ini
  • Penyakit jantung
  • Anemia berat
  • Lepasnya plasenta prematur
  • Anak-anak dan bayi baru lahir

Interaksi Obat
Berikut adalah ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Proterin:

  • Antihipertensi
  • Tizanidine
  • Antipsikotik

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan proterine ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Ekskresi obat ini dalam ASI tidak diketahui. Ini tidak dianjurkan pada wanita hamil kecuali jika diperlukan. Manfaat dan risikonya harus dibicarakan dengan dokter sebelum meminum obat ini.