Sukses

Pengertian Protamox

Protamox adalah obat yang diproduksi oleh Armoxindo Farma. Obat ini mengandung Co-amoxiclav: Amoxicillin, Pottasium clavulanate yang diindikasikan untuk mengobati infeksi saluran cerna, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit dan jaringan lunak.

Keterangan Protamox

  1. Protamox
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Penicillin
    • Kandungan: Amoxicillin 125 mg, Pottasium clavulanate 31.25 mg
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Armoxindo Farma
    • Harga: Rp40.000 - Rp75.000/ Botol
  2. Protamox Forte
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Penicillin
    • Kandungan: Amoxicillin 250 mg, Pottasium clavulanate 62.5 mg
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Armoxindo Farma
    • Harga: Rp55.000 - Rp80.000/ Botol

Kegunaan Protamox

Protamox sirup kering diindikasikan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri

Dosis & Cara Penggunaan Protamox

Protamox merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Anak Usia 7-12 Tahun: 3 x sehari 2 sendok teh.
  • Anak Usia 2-7 Tahun: 3 x sehari 1 sendok teh.

Cara Penyimpanan
Protamox sirup kering yang dilarutkan: Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Protamox

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Ruam
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Superinfeksi jamur atau bakteri
  • Kejang

Overdosis
Penggunaan Protamox dalam dosis berlebih dapat menimbulkan beberapa gejala:

  • Efek gastrointestinal (misalnya sakit perut atau perut, muntah, dan diare)
  • Ruam
  • Hiperaktif
  • Mengantuk
  • Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
  • Kristaluria yang mengakibatkan gagal ginjal
  • Kejang (pada pasien dengan gangguan ginjal)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif atau riwayat reaksi hipersensitivitas (misalnya anafilaksis, sindrom Stevens-Johnson) terhadap amoksisilin, asam klavulanat, atau antibakteri β-laktam lainnya (misalnya penisilin, sefalosporin, karbapenem, monobaktam).
  • Memiliki riwayat ikterus kolestatik atau disfungsi hati yang berhubungan dengan pengobatan amoksisilin / asam klavulanat.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Protamox bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Mikofenolat mofetil
  • Kontrasepsi oral kombinasi estrogen / progesteron.
  • Amoksisilin: Peningkatan risiko reaksi alergi pada kulit dengan allopurinol. Probenesid meningkatkan dan memperpanjang konsentrasi plasma amoksisilin. Dapat meningkatkan INR pada pasien yang dipertahankan dengan antikoagulan oral (misalnya acenocoumarol, warfarin). Dapat mengurangi ekskresi dan meningkatkan risiko toksisitas metotreksat.

Kategori Kehamilan
FDA mengkategorikan Co-amoxiclav dalam kategori B.
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Obat ini terserap kedalam ASI, gunakan denga hati-hati dan konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait