Sukses

Pengertian Prostacom

Prostacom mengandung Finasteride yang termasuk kedalam kelompok obat 5-alpha reductase inhibitor, yaitu obat yang berfungsi untuk mengatasi pembengkakan kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat pada pria biasanya membesar ketika mereka memasuki usia tua, kondisi ini sering dikenal dengan istilah pembesaran prostat jinak atau BPH (benign prostatic hyperplasia). Prostacom bekerja dengan cara menghambat enzim 5-alpha reductase yaitu menghambat perubahan hormon testosteron menjadi hormon dihidrotestosteron. Hormon dihidrotetosteron inilah yang menyebabkan terjadinya pembesaran kelenjar prostat dan atau rambut rontok. Jika kadar hormon berhasil dikurangi, maka dapat dengan mudah mengeluarkan urine.

Keterangan Prostacom

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat
  • Kandungan: Finasteride 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Combiphar.

Kegunaan Prostacom

Prostacom digunakan untuk membantu mengobati pembengkakan prostat jinak dapat juga mengatasi kebotakan pada pria.

Dosis & Cara Penggunaan Prostacom

Prostacom merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. 

  • Pembengkakan prostat jinak dapat diminum 1 x sehari 5 mg selama minimal 6 bulan.
  • Mengurangi kebotakan pada pria : 1 x sehari 1 mg selama minimal 3 bulan.

Efek Samping Prostacom

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi obat Prostacom adalah:

  • Disfungsi seksual
  • Pruritus (gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang)
  • Urtikaria (biduran)
  • Ruam
  • Angioedema (pembengkakan di bawah kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi).

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap finasteride

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan prostacom ke dalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait