Sukses

Pengertian Prosmol

Prosmol adalah obat yang mengandung Palonosetron sebagai zat aktifnya. Prosmol digunakan untuk mengurangi mual dan muntah setelah operasi dan efek samping dari pengobatan terapi kanker. Prosmol dapat digunakan untuk anak 1 bulan dan dewasa. Palonosetron bekerja dengan cara memblok serotonin perifer sehingga dapat mengurangi mual.

Keterangan Prosmol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Regulator GIT, Antiflatulen dan Antiinflamasi / Antiemetik
  • Kandungan: Palonosetron 0.05 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 5 mL
  • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan Prosmol

Prosmol digunakan untuk mengurangi mual dan muntah setelah operasi dan efek samping dari pengobatan terapi kanker.

Dosis & Cara Penggunaan Prosmol

Prosmol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Prosmol juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan.

  • Mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi
    Dewasa: 250 mg melalui injeksi bolus, diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.
    Anak: 1 bulan sampai 17 tahun 20 mcg/kgBB (maksimal 1.500 mcg) melalui infus selama 15 menit, diberikan 30 menit sebelum kemoterapi.
  • Pencegahan mual dan muntah pasca operasi
    Dewasa: 75 mcg melalui injeksi selama 10 detik sebelum diinduksi anestesi.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya.

Efek Samping Prosmol

Efek samping Prosmol yang mungkin terjadi adalah:

  • Brakikardia (denyut jantung melemah)
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Lelah dan lemas
  • Vertigo
  • Insomnia
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Reaksi alergi (terbentuk ruam pada kulit, gatal).

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Prosmol.

Interaksi obat:
Meningkatkan efek terapetik apabila digunakan dengan tramadol.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Prosmol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait