Sukses

Pengertian Prosinal

Prosinal merupakan salah satu nama dagang dari Ibuprofen. Ibuprofen adalah obat dengan fungsi untuk menurunkan demam, dan meredakan nyeri seperti: sakit kepala, sakit gigi. Prosinal Sirup juga digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan dan sakit akibat pilek atau flu. Obat ini termasuk ke dalam golongan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Prosinal bekerja dengan menghalangi produksi substansi alami tubuh yang menyebabkan peradangan.

Keterangan Prosinal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Analgestik dan antipiretik
  • Kandungan: Ibuprofen 100 mg/5 mL
  • Bentuk: Suspensi
  • Satuan penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Gracia Pharmindo.

Kegunaan Prosinal

Prosinal merupakan obat yang digunakan untuk menangani beberapa kondisi, seperti:
- Sakit gigi
- Sakit kepala
- Menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Prosinal

Dewasa dan Anak Usia > 12 tahun: 10 mL (2 sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.

Efek Samping Prosinal

Efek Samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Prosinal adalah:
- Mual dan muntah, perut kembung
- Nyeri ulu hati
- Tinja berwarna hitam atau disertai darah
- Diare atau konstipasi
- Muntah darah
- Sakit kepala
- Tukak lambung.

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen
  • Tidak boleh di berikan pada penderita tukak lambung hebat & aktif.
  • Tidak boleh di berikan pada pasien dengan gejala asma, rinitis atau urtikaria setelah penggunaan aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.

Interaksi Obat:
Antikoagulan (misalnya, warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan ibuprofen meningkatkan resiko perdarahan lambung.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prosinal kedalam Kategori C, D (pada trimester ke-3 dan mendekati persalinan) dengan penjelasan sebagai berikut:

Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.”

Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).”

Artikel
    Penyakit Terkait