Sukses

Pengertian Propyretic

Propyretic adalah obat yang mengandung Paracetamol yang mempunyai efek mengurangi nyeri (analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Propyretic digunakan sebagai pengobatan untuk menurunkan demam serta meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi, artritis reumatoid (radang sendi), osteoartritis (sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan), nyeri haid dan nyeri yang berhubungan dengan trauma ringan (terpukul, terbentur, teriris dan lain-lain) dan prosedur pembedahan bilamana pemakaian oral (tablet atau sirup) tidak memungkinkan (pasien tidak dapat menelan).

Keterangan Propyretic

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgestik dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 80 mg; Paracetamol 160 mg; Paracetamol 240 mg
  • Bentuk: Suppositoria
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 6 Suppositoria
  • Farmasi: Combiphar.
  • Harga Propyretic 80 mg: Rp8.000 - Rp18.000/ Pcs
  • Harga Propyretic 160 mg: Rp8.500 - Rp19.000/ Pcs
  • Harga Propyretic 240 mg: Rp10.000 - Rp20.000/ Pcs

Kegunaan Propyretic

Propyretic digunakan sebagai pengobatan untuk menurunkan demam serta meredakan nyeri, dan prosedur pembedahan bilamana pemakaian oral (tablet atau sirup) tidak memungkinkan (pasien tidak dapat menelan).

Dosis & Cara Penggunaan Propyretic

Dosis penggunaan Propyretic harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan.

  • Bayi - anak usia 2 tahun: dosis harus ditentukan oleh dokter atau diberikan 4 kali sehari dengan dosis 80mg suppositoria.
  • Anak usia 2-4 tahun: diberikan 4 kali sehari dengan dosis 160mg suppositoria.
  • Anak usia 6-8 tahun: diberikan 4 kali sehari dengan dosis 240 mg suppositoria.
  • Propyretic digunakan dengan cara dimasukkan kedalam anus.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-25 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Propyretic

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Propyretic adalah:

  • Perubahan hematologikal
  • Alergi kulit
  • Reaksi alergi lain
  • Kerusakan hati bila digunakan dalam jangka panjang.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Propyretic pada penderita:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Paracetamol
  • Pasien yang memiliki riwayat gagal hati.

Interaksi Obat
Propyretic dapat berinteraksi dengan obat-obat berikut:

  • Aspirin
  • Alkohol
  • Kloramfenikol
  • Antikoagulan oral
  • Penginduksi enzim hati
  • Zat-zat yang dapat menyebabkan hepatotoksis
  • Fenobarbital.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Paracetamol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait