Sukses

Pengertian Pronazol

Pronazol adalah salah satu sediaan tablet yang mengandung Ketoconazole dan diproduksi oleh Promedrahardjo Farmasi. Ketoconazole digunakan untuk mengobati infeksi jamur. Ketoconazole termasuk dalam kelas obat yang disebut antijamur azole. obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur. Pronazol atau Ketoconazole tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit dan kuku karena risiko efek samping yang serius dan interaksi obat.

Keterangan Pronazol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antifungal
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Promedrahardjo Farmasi.
  • Harga: -

Kegunaan Pronazol

Pronazol digunakan untuk mengobati infeksi jamur.

Dosis & Cara Penggunaan Pronazol

Penggunaan Pronazol harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan:

Infeksi jamur:

  • Dewasa: 200 mg sekali sehari; dapat meningkat hingga 400 mg sekali sehari jika respons klinis tidak mencukupi. Lanjutkan pengobatan sampai gejalanya hilang dan biakan menjadi negatif.
  • Anak: ≥2 tahun 3.3-6.6 mg / kg sekali sehari. Durasi pengobatan: 1-2 minggu untuk kandidiasis; setidaknya 4 minggu dalam infeksi dermatofit bandel dan hingga 6 bulan untuk mikosis sistemik lainnya.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Pronazol

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Pronazol, yaitu:

  • Mengantuk
  • Demam dan menggigil
  • Gangguan siklus menstruasi
  • Oligospermia (kuantitas sperma dalam air mani sangat rendah)
  • Impotensi (penyakit disfungsi seksual yang dialami oleh laki-laki)
  • Gangguan saluran pencernaan (mual, muntah, yeri pada bagian perut)
  • Alopesia (rambut rontok)
  • Sakit kepala atau pusing

Overdosis

  • Gejala: mual parah, muntah, gangguan makan, lemas, kelelahan parah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Pronazol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitivitas atau alergi
  • Gangguan hati
  • Penggunaan bersamaan dengan substrat CYP3A4 dengan misal. Inhibitor reduktase HMG-CoA (Lovastatin, simvastatin), midazolam, triazolam, cisapride, dofetilide, eplerenone, nisoldipine, pimozide, quinidine, terfenadine, astemizole, alkaloid ergot (mis. Ergotamine, dihydroergamine).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Pronazol:

  • Meningkatkan kada plasma dan memperpanjang QT interval dari astemizole, cisapride, dofetilide, pimozide, quinidine, terfenadine
  • Meningkatkan resiko miopati bila digunakan bersamaan dengan lovastatin, simvastatin
  • Meningkatkan kadar plasma nisoldipine
  • Meningkatkan resiko hiperkaliemia dan hipotensi dengan eplerenone
  • Meningkatkan resiko vasospasm yang diikuti dengan iskemia cerebral dengan ergot alkaloids (seperti ergotamine, dihydroergotamine).
  • Mengurangi penyerapan ketoconazole bila digunakan bersamaan dengan antimuscarinics, antacids, H2-blockers, PPIs and sucralfate
  • Mengurangi konsentrasi plasma ketoconazole bila digunakan bersamaan dengan rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, phenytoin
  • Dapat mengurangi kadar konsentrasi isoniazide dan rifampicin
  • Dapat menurunkan keefektifitasan kontrasepsi oral
  • Dapat meningkatkan level serum digoxin, oral anticoagulants, sildenafil, tacrolimus
  • Dapat meningkatkan dan memperpanjang efek sedatif dan hipnotik midazolam dan triazolam

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Pronazol Tablet kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Ketoconazole terserap kedalam ASI, konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait