Sukses

Pengertian Prolon

Prolon adalah obat yang mengandung Methylprednisolone dan diproduksi oleh Promedrahadjo Farmasi. Prolon termasuk dalam golongan hormon kortikosteroid, hormon ini berperan dalam sistem fisiologis, seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, inflamasi. Prolon digunakan untuk mengurangi pembengkakan (inflamasi) dan menekan respon sistem sistem imun. Penggunaan obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien Diabetes, karena membuat kenaikan tingkat gula darah yang dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes.

Keterangan Prolon

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 8 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Promedrahadjo Farmasi.
  • Harga: Rp45.000 - Rp80.000/ Strip

Kegunaan Prolon

Prolon digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan menekan respon sistem sistem imun.

Dosis & Cara Penggunaan Prolon

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu pengunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Anti inflmasi/peradangan dan imunosupresif (penekan sistem imun)
    Pada dewasa sebagai dosis awal 2-60 mg perhari dalam dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang diobati.
    Anak-anak 0.5-1.7 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi setiap 6-12 jam.
  • Mengatasi alergi pada orang dewasa :
    - Hari pertama diminum 24 mg ( 8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    - Hari ke-2 diminum 20 mg ( 4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    - Hari ke-3 diminum 16 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 4 mg saat tidur malam).
    - Hari ke-4 diminum 12 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang dan 4 mg saat tidur malam).
    - Hari ke-5 diminum 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg saat tidur malam).
    - Hari ke-6 diminum 4 mg sebelum sarapan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Prolon

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Prolon, yaitu:

  • Moon face (wajah terlihat bengkak atau gemuk)
  • Sulit tidur, sakit kepala
  • Perubahan nafsu makan
  • Meningkat produksi keringat
  • Mual dan muntah
  • Mulas

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Prolon pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Intratekal (lumbar spinal).
  • Vaksin hidup atau dilemahkan pada pasien yang menerima dosis imunosupresif (penekan sistem imun).
  • Infeksi jamur sistemik (umum) kecuali terapi digunakan anti-infektif spesifik.
  • Penggunaan secara ntramuskular (penyuntikan ke otot) pada idiopatik thrombocytopenic purpura (penyakit kelainan autoimun yang berdampak trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Prolon:

  • Risiko kejang dengan siklosporin
  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral
  • Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin
  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prolon kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Methylprednisolone terserap kedalam ASI, gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait