Sukses

Pengertian Prohiper

Prohiper merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Mersifarrma Tirmaku Mercusana Indonesia. Prohiper adalah obat yang digunakan untuk mengobati penderita gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak (Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)), dan gangguan sistem saraf (narkolepsi). Setiap Prohiper mengandung Methylphenidate Hydrochloride 10 mg.

Keterangan Prohiper

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Sistem Saraf Pusat Lain dan Agen untuk Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)
  • Kandungan: Methylphenidate Hydrochloride 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarrma Tirmaku Mercusana Indonesia.

Kegunaan Prohiper

Prohiper digunakan untuk mengobati penderita gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak (Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)), dan gangguan sistem saraf (narkolepsi).

Dosis & Cara Penggunaan Prohiper

Prohiper merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep Dokter.

Dosis Prohiper: 

  • Dewasa: 20-30 mg / hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Anak-anak ≥ 6 tahun Awalnya 5 mg dua kali sehari.

Efek Samping Prohiper

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
Gugup, insomnia, sakit kepala, kantuk, gangguan makan, pusing, bertambahnya kecepatan denyut jantung (takikardia), gangguan detak jantung (aritmia), perubahan tekanan darah, denyut jantung, nyeri perut, mual, muntah, mulut kering, ruam, gatal, biduran, demam, nyeri sendi, dan rambut rontok.

Kontraindikasi:
Kecemasan, ketegangan, agitasi, hipertiroidisme, aritmia jantung, angina pektoris berat, glaukoma. Tics motorik, riwayat keluarga atau diagnosis sindrom Tourette.

Interaksi Obat:
Monoamine oxidase inhibitors (MAOI), antikoagulan kumarin, fenobarb, fenitoin, primidon, fenilbutazon, imipramine, clomipramine, desipramine, guanethidine, alkohol.

Kategori Kehamilan:
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prohiper dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait