Sukses

Pengertian Prohiper

Prohiper adalahsediaan obat psikotropika yang dikemas dalam bentuk tablet dan diproduksi oleh Mersifarrma Tirmaku Mercusana Indonesia. Prohiper digunakan untuk mengobati penderita gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak (Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)), dan gangguan sistem saraf (narkolepsi). Setiap Prohiper mengandung Methylphenidate Hydrochloride 10 mg.

Keterangan Prohiper

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Sistem Saraf Pusat Lain dan Agen untuk Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)
  • Kandungan: Methylphenidate Hydrochloride 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarrma Tirmaku Mercusana Indonesia.
  • Harga: Rp180.000 - Rp400.000/ Strip

Kegunaan Prohiper

Prohiper digunakan untuk mengobati penderita gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak (Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)), dan gangguan sistem saraf (narkolepsi).

Dosis & Cara Penggunaan Prohiper

Prohiper merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter.

Dosis Prohiper: 

  • Dewasa: 20-30 mg / hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Anak-anak usia ≥ 6 tahun: dosis awalnya 5 mg diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Prohiper

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Gugup
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Kantuk
  • Gangguan makan
  • Pusing
  • Bertambahnya kecepatan denyut jantung (takikardia)
  • Gangguan detak jantung (aritmia)
  • Perubahan tekanan darah
  • Denyut jantung
  • Nyeri perut
  • Mual, muntah
  • Mulut kering
  • Ruam, gatal, biduran
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Rambut rontok

Overdosis
Penggunaan Methylphenidate dalam dosis yang berlebih dapat menimbulkan beberapa gejala: 

  • Muntah
  • Gemetar
  • Cemas
  • Otot berkedut
  • Hiperpireksia (suhu tubuh melebihi 41,1 derajat Celcius)
  • Halusinasi
  • Euforia
  • Bingung
  • Mengigau
  • Berkeringat
  • Kemerahan
  • Sakit kepala
  • Hipertensi
  • Kekeringan pada selaput lendir
  • Takikardia
  • Midriasis (pelebaran pupil mata)
  • Jantung berdebar

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Kecemasan
  • Ketegangan
  • Agitasi
  • Hipertiroidisme
  • Aritmia jantung
  • Angina pektoris berat
  • Glaukoma
  • Tics motorik
  • Keluarga memiliki riwayat atau diagnosis sindrom Tourette

Interaksi Obat
Berikut adalah obat yang dapat berinteraksi dengan Prohiper:

  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOI)
  • Antikoagulan kumarin
  • Fenobarbital
  • Fenitoin
  • Primidon
  • Fenilbutazon
  • Imipramine
  • Clomipramine
  • Desipramine
  • Guanethidine
  • Alkohol

Kategori Kehamilan
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prohiper dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Literatur yang diterbitkan terbatas, berdasarkan pengambilan sampel ASI dari lima ibu, melaporkan bahwa methylphenidate hadir dalam ASI. Tidak ada laporan efek samping pada bayi yang disusui dan tidak ada efek pada produksi ASI; namun, efek perkembangan saraf jangka panjang pada bayi dari paparan stimulan sistem saraf pusat tidak diketahui. Konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait