Sukses

Pengertian Profat

Profat merupakan obat berbentuk suspensi yang diproduksi oleh Promedrahardjo Farmasi Industri. Obat ini mengandung Sucralfat yang diindikasikan untuk terapi jangka pendek tukak duodenum (tidak lebih dari 8 minggu). Sucralfate bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung yang menutupi lambung dan melindungi terhadap gangguan asam lambung, pepsin, dan empedu. Sucralfate dapat membentuk kompleks kimia yang terikat pada pusat ulkus sehingga lapisan pelindung, menghambat difusi asam lambung melalui film sucralfate-albumin. Penelitian menunjukkan bahwa sucralfate lama di saluran pencernaan sehingga menghasilkan efek obat yang lama. Sukralfat sangat sedikit diserap dalam saluran pencernaan sehingga efek samping sistemik minimal

Keterangan Profat

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antirefluks, dan Antiulserasi
  • Kandungan: Sucralfat 500 mg/mL
  • Bentuk: Suspensi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 100 mL; Botol @ 200 mL
  • Farmasi: Promedrahardjo Farmasi Industri.

Kegunaan Profat

Profat diindikasikan untuk terapi jangka pendek tukak duodenum (tidak lebih dari 8 minggu).

Dosis & Cara Penggunaan Profat

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dewasa: 4 x sehari 2 sendok teh. Lama terapi: 4-8 minggu. Jika perlu, analgesik dapat diberikan dalam waktu 1½ jam sebelum atau setelah pemberian profat.

Efek Samping Profat

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Mual, mulut kering, sembelit, diare, perut kembung, ketidaknyamanan saluran pencernaan, gangguan pencernaan, ruam kulit, pruritus (gatal seluruh tubuh), pusing, kantuk, susah tidur, vertigo, sakit punggung, sakit kepala.

Kontraindikasi:
Hipersensitif

Interaksi Obat:
Dapat mengganggu penyerapan jika diberikan bersamaan dengan tetrasiklin, warfarin, fenitoin, simetidin dan digoksin. Mengurangi ketersediaan hayati obat profat didalam tubuh jika diberikan bersamaan dengan ciprofloxacin dan norfloxacin.

Kategori Kehamilan:
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait