Sukses

Pengertian Primet

Primet merupakan obat yang mengandung Pyrimetamine. Pyrimetamine merupakan obat yang dapat mengobati malaria, mencegah penyakit malaria, penyakit toksoplamosis (penyakit parasitik yang disebabkan oleh protozoa). Pyrimetamine adalah antagonis asam folat yang secara struktural mirip dengan Trimethoprim, Pyrimetamine menghambat reduktase dihydrofolate parasit, sehingga menghambat sintesis asam tetrahidrofolat vital dan aktif terhadap bentuk pre-erythrocytic dan juga schizontocide kerja lambat.

Keterangan Primet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: Pyrimethamine 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.

Kegunaan Primet

Pyrimetamine merupakan obat yang dapat mengobati antimalaria dan penyakit parasit.

Dosis & Cara Penggunaan Primet

Primet merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter.

  • Pencegahan penyakit malaria
    Dewasa dan anak > 10 tahun: 1 tablet sekali seminggu. Primet diminum 1-2 hari sebelum sampai di area endemik
    Anak usia < 4 tahun: 6.25 mg sekali seminggu
    Anak usia 4 - 10 tahun: 12.5 mg sekali seminggu
  • Malaria Akut
    Dewasa: Dikombinasikan dengan sulfadoxine (75 mg pyrimethamine with 1.5 gram sulfadoxine)
    Anak usia 7 - 13 tahun: 50 mg pyrimethamine dengan 1 g sulfadoxine
    Anak usia 1 - 6 tahun: 25 mg pyrimethamine dengan 500 mg sulfadoxine
    Anak usia 5 - 11 bulan: 2.5 mg pyrimethamine dan 250 mg sulfadoxine
  • Toxoplasmosis
    Dewasa: 50 - 75 mg pyrimethamine dan 1-4 g sulfadiazine per hari. Dosis digunakan selama 1 - 3 minggu
    Anak: 1 mg/kgBB per hari selama 2- 4 hari, kemudian dilanjutkan dengan 0,5mg /kgBB per hari.

Efek Samping Primet

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi primet ini adalah:

  • Terbentuknya ruam pada kulit
  • Anemia Makrositik (apabila menggunakan primet dalam dosis besar)
  • Leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh)
  • Trombositopenia (kondisi di mana jumlah trombosit (platelet/keping darah) dalam darah lebih rendah dari normal)
  • Anemia Megaloblastik (anemia yang disebabkan oleh kelainan proses pembentukan DNA sel darah merah karena kekurangan vit B12)
  • Pansitopenia (keadaan dimana terjadi penurunan jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit).

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari primet
  • Pasien yang memiliki riwayat malaria resisten
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit megaloblastik anemia
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:

  • Pyrimetamine bila dikonsumsi bersama dengan lorazepam dapat mempercepat hepatotoksik
  • Pyrimetamine bila dikonsumsi bersama dengan proguanil, sulfonamides, zidovudine and cytostatic agents dapat meningkatkan supresi sum-sum tulang belakang.
  • Pyrimetamine bila dikonsumsi bersama dengan co-trimoxazole or other sulfonamides dapat meningkatkan resiko pansitopenia dan anemia megaloblastik yang serius

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan primet ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait